Kamis, 11 Agustus 2011

Teknik Memulai Pidato

 
Pidato adalah penyampaian dan penanaman pikiran, informasi, atau gagasan dari pembicara kepada khalayak ramai. Pidato biasanya disampaikan secara lisan dalam acara-acara resmi, seperti peringatan hari bersejarah, perayaan hari besar, atau pembukaan suatu kegiatan. Untuk dapat berpidato dengan baik harus mempersiapkan materi pidato yang akan disampaikan. Materi pidato tersebut dapat disusun secara lengkap atau hanya pokok-pokoknya saja. Ada tiga langkah utama yang perlu diperhatikan dalam menyusun naskah pidato, yakni meneliti masalah, menyusun uraian, dan melakukan latihan.
1. Meneliti Masalah
a. Menentukan Topik dan Tujuan Pidato
Topik pembicaraan merupakan persoalan yang dikemukakan. Topik yang akan disampaikankan hendaknya menarik perhatian pembicara dan pendengar. Adapun tujuan pembicaraan berhubungan dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar.
Contoh:
Topik  :  Bahaya rokok bagi kesehatan
Tujuan umum   :  Sosialisasi
Tujuan khusus  :  Memberikan penjelasan untuk mensosiali-sasikan bahaya rokok bagi kesehatan, baik bagi perokok maupun orang-orang di sekitarnya.
sekitarnya.
b.  Menganalisis Pendengar dan Situasi
Menganalisis pendengar dan situasi dilakukan untuk me-ngetahui siapa pendengarnya dan dalam situasi apa pidato itu akan disampaikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis pendengar adalah sebagai berikut.
  1. Maksud pengunjung mendengarkan uraian pidato.
  2. Adat kebiasaan atau tata cara kehidupan pendengar.
  3. Tempat acara berlangsung.
c.  Memilih dan Menyempitkan Topik
Topik yang terlalu luas dapat kita batasi agar lebih fokus dan pembahasan lebih terarah.
Topik luas    :  Moral
Topik sempit  :  Dekadensi moral di kalangan remaja
2. Menyusun Uraian
a. Mengumpulkan Bahan
Untuk dapat menyusun pidato, kita harus mengumpulkan
bahan yang diperlukan sesuai dengan topik pembicaran. Banyak
sumber yang dapat dijadikan bahan pidato, seperti bahan bacaan,
hasil mendengarkan, atau pengalaman yang berkesan.
b.  Membuat Kerangka Uraian
Membuat kerangka uraian (sama halnya dengan kerangka
karangan) akan memudahkan kita untuk menyusun naskah
pidato. Bahan-bahan yang telah kita peroleh disusun sesuai
dengan kerangka uraian.
c.  Menguraikan secara Mendetail
Naskah pidato dapat diuraikan secara lengkap sesuai dengan kerangka yang telah dibuat. Dalam penyusunan naskahhendaknya kita menggunakan kata-kata yang tepat dan efektifsehingga memperjelas uraian.
sehingga memperjelas uraian.
3. Berlatih Berpidato
Jika kita belum terbiasa tampil di depan  umum, latihan berbicara sangatlah perlu. Kita dapat melatih intonasi, pengucapan, ataupun gaya saat berpidato. Kita juga dapat menentukan metode berpidato yang akan digunakan.
Berikut metode pidato yang dapat digunakan setelah kita mem-
persiapkan naskah pidato.
  1. Metode Menghafal : Berpidato dengan metode menghafal dilakukan dengan cara menghafalkan naskah pidato yang telah disusun. Metode ini memang sedikit merepotkan karena kita harus menghafalkan kata demi kata. Pidato dengan metode ini dapat digunakan untuk pidato pendek dalam situasi yang resmi.
  2. Metode Naskah : Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi. Kita tampil berpidato dengan cara membacakan naskah yang telah disusun. Metode dengan membaca naskah agak kaku. Apalagi jika belum terbiasa, pandangan mata kita hanya difokuskan pada naskah, sedangkan pendengar terabaikan.
  3. Metode Ekstemporan : Metode ini dianggap paling ideal. Dalam metode ini, pembicara menyiapkan sebuah naskah yang lengkap untuk disampaikan dalam pidato, akan tetapi pada pelaksanaannya naskah tersebut tidak dibaca seperti pada metode naskah. Naskah pidato berfungsi sebagai catatan materi yang akan disampaikan. Pembicara akan berbicara secara bebas tanpa membaca naskah itu. Adapun struktur penulisan naskah pidato terdiri atas bagian Salam pembuka, Pendahuluan, isi, kesimpulan, salam penutup
UNTUK MEMUDAHKAN MENGINGAT DAPAT DISINGKAT DENGAN : "Saka-pu-isi-si-sa"
Contoh:
Salam pembuka, Pendahuluan "Saka-pu"
Assalamualaikum
Bapak/ Ibu guru yang saya hormati,serta rekan-rekan yang saya banggakan,Pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt. Saat ini kita masih diberikan keleluasaan umur untuk melakukan segala aktivitas dan rutinitas kita. Semoga langkah-langkah perjuangan kita ada dalam rida-Nya.
 ...
"isi"
Hadirin yang saya hormati,
Seminar ini diadakan bukan tanpa tujuan. Tujuan pokok seminar ini adalah untuk meningkatkan mutu pengajaran bahasa, terutama bahasa Indonesia dan bahasa daerah, baik sebagai sarana komunikasi maupun sebagai unsur dan pendukung kebudayaan kita. Hal yang perlu kita tingkatkan adalah pengajaran bahasa pada semua jenis jenjang lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan luar sekolah.
"si-sa"
Seminar ini diadakan dengan harapan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan pengajaran dan perkembangan bahasa Indonesia dan daerah. Mudah-mudahan usaha kita ini diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Wassalamualaikum wr.wb.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar