Sabtu, 28 Juni 2014

Benteng Pendem Van Den Bosch Saksi Sejarah di Sisi Pertemuan Dua Sungai



14039474221178460786
tampak belakang/aljatimifile

Ngawi sebuah kota di paling barat dari Provinsi Jawa Timur memiliki banyak objek wisata. Mulai dari Air Terjun Pengantin, Air Terjun Srambang, Perkebunan Teh Jamus maupun objek wisata yang bernilai sejarah, yakni Museum Purbakala Trinil, Monumen Soeryo, maupun  Benteng Van Den Bosch.


1403656192123829351
Benteng Van Den Bosch/aljatimi File

Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal masyarakat sekitar dengan Benteng Pendem pada asalnya merupakan benteng pertahanan yang sengaja dibuat sebagai benteng pertahanan di area Jawa Timur bagian Barat sekaligus kamp militer tentara Belanda. Benteng Van Den Bosch dibuat oleh pemerintah kolonial pada era tahun 1839-1945.

14036281581569779074
Foto Jadul Benteng Van den Bosch/aljatimifile

Sebagai gambaran latar sejarah, pada abad ke-19 Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan Belanda di wilayah Madiun dan sekitarnya dalam Perang Diponegoro (1825-1830). Perlawanan melawan Belanda yang berkobar di daerah dipimpin oleh kepala daerah setempat seperti di Madiun dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo dan di Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut pangeran Diponegoro bernama Wirotani. Pada tahun 1825 Ngawi berhasil direbut dan diduduki oleh Belanda. Untuk mempertahankan kedudukan dan fungsi strategis Ngawi serta menguasai jalur perdagangan, Pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah Benteng yang selesai pada tahun 1845, yaitu Benteng Van Den Bosch. Benteng ini dihuni tentara Belanda 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api dan 60 orang kavaleri dipimpin oleh Van Den Bosch.

Di dalam benteng ini sendiri terdapat makam K.H Muhammad Nursalim, yaitu salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke Benteng ini. Konon K.H Muhammad Nursalim ini adalah orang yang menyebarkan agama Islam di Kota Ngawi.

Van Den Bosch, yang notabene merupakan salah satu ikon sejarah Kota Ngawi memiliki lokasi yang mudah dijangkau wisatawan. Dari pusat kota saja hanya berjarak kurang lebih satu kilometer. Lebih mudah lagi patokan lokasinya ialah terletak kurang lebih dua ratus meter timur Pasar Besar Ngawi dan tepat di sebelah taman “Makam Pahlawan dr. Radjiman Wiedyodingrat”.

1403626965236930977
taman makam pahlawan dr Radjiman Wedyodiningrat/aljatimifile

Selain dekat dengan pusat kota Bentang Van Den Bosch juga dapat dijadikan tempat lokasi berlibur untuk keluarga. Mulai memasuki area Benteng pengunjung akan menemui pintu gerbang Kompleks Batalyon Artileri Medan 12/ KOSTRAD “Angicipi Yudha” maka pengunjung dari luar Kota Ngawi akan bertanya di mana keberadaan benteng tersebut. Karena memang setelah tahun 1962, benteng ini pernah dijadikan sebagai markas Yon Armed yang berkedudukan di Rampal, Malang. Dulunya, benteng ini merupakan kawasan yang terlarang karena sempat dijadikan sebagai gudang amunisi. Akan tetapi setelah Yon Armed dipindahkan ke Jalan Siliwangi (Jalan Jrubong) lantaran kawasan benteng tersebut dipandang sudah tidak representatif lagi sebagai Kompleks Militer, kini kawasan benteng tersebut dibuka untuk umum. Harga tiket masuk sangatlah terjangkau hanya Rp 2.000 saja/orang dan untuk parkir hanya Rp 1.000 saja.

14036295391137492106
Pos Masuk Kawasan Benteng/aljatimifile

Bagi Anda yang ingin bersantai ria sambil menikmati permainan sederhana, di area Benteng Van Den Bosch juga disediakan gazebo-gazebo dan wahana permainan “Taman Labirin”. Taman Labirin merupakan area taman bermain yang berada di luar benteng. Di taman ini terlihat cukup rapi dengan penataan yang cukup go green. Di area ini pengunjung akan mendapati pula tempat-tempat sampah dengan pengelolaan yang baik, termasuk pula adanya display pembuatan kompos cair di dalamnya. Di taman ini pula kita akan melihat sistem solar cell yang dimanfaatkan guna penerangan area taman di malam hari.

14036271961344015066
Taman Labirin/aljatimifile


1403649994296071553
solar cell Taman Labirin/aljatimifile

Setelah melewati pos penjaga dan Taman Labirin tiba saatnya pengunjung akan menemui objek utama perjalanan, yakni kawasan Benteng van Den Bosch.

Benteng van Den Bosch secara penampakan, dibagi menjadi tiga bagian bangunan utama. Bagian paling depan, tengah, dan belakang dan secara umum memiliki gaya Castle Eropa berpadu corak Indische. 

Pada bagian depan Benteng, tepat menghadap arah Barat dan memiliki posisi lebih rendah dari tanah sekitarnya. Pada bagian ini (bagian gerbang pintu masuk) tertulis tahun pembuatan benteng yang tertulis angka 1939-1945.  Ada hal menarik apabila pengunjung mengamati beberapa sisi luar dari bentang. Dari sisi ini pengunjung akan mendapati adanya gundukan tanah yang notabene dibuat lebih tinggi dari bangunan benteng serta parit sepanjang 15 meter dan dalamnya 2 meter. Menurut sebagian sumber, tujuan dibuatnya gundukan tanah di sekeliling benteng yakni untuk menahan genangan banjir di masa lampau atau bisa jadi digunakan untuk mempersulit musuh memasuki kawasan benteng. 

Musibah Banjir dimungkinkan sebab benteng Van den Bosch memang dibangun di sisi pinggiran tempat pertemuan dua aliran sungai besar, yakni Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, dan penduduk sekitar biasa menyebut area tersebut dengan nama Kali Tempuk. Di bagian gerbang masuk ini pula konon dikelilingi oleh parit selebar ± 5 meter yang dahulunya dipelihara buaya buas, sehingga sulit dan berbahaya bagi tawanan dan pekerja rodi yang mencoba melarikan diri maupun pasukan pejuang yang akan menyerang.

Pada pintu gerbang utama, terdapat bekas pondasi jembatan angkat sebagai akses penghubung untuk menuju pintu gerbang depan pertama dan masih terdapat bekas gerigi katrol pengangkat jembatan.

14036481371691129717
katrol/aljatimi file

Berlanjut di sisi tengah  Benteng van Den Bosch, area ini saya rasa merupakan bagian paling luas dan paling penting dari badan Benteng van Den Bosch. Di bagian ini kita akan temui satu gerbang yang dilengkapi dengan sistem kendali kelistrikan yang terlihat sangat jadul. Selain itu terdapat pula bekas kamar-kamar serdadu di masa lalu. Di bagian tengah pula kita dapat menemui bangunan bertingkat dua dengan banyak ruangan semacam kamar besar di beberapa sisi lantai dua terdapat pula semacam jembatan yang menghubungkan tiap bagian ruangan. Namun sayang beberapa bagian dari jembatan kayu sudah rapuh dan sangat berbahaya jika dimuati pengunjung.

14036275102108421315
sisi tengah benteng/aljatimifile


14036514361809644505
sisi tengah/aljatimi file


1403654812868519494
sisi tengah/aljatimi file

Selanjutnya tepat di sebelah selatan dari bangunan, terdapat dua buah sumur yang dahulunya digunakan oleh Belanda untuk membuang jenazah korban penangkapan (tahanan) dan para pekerja rodi sehingga menjadi sebuah kuburan massal. Tentara Hindia Belanda menangkap dan mengumpulkan Pekerja dari sekitar wilayah Ngawi,  kemudian dipaksa untuk mengerjakan proyek pembangunan Benteng Van Den Bosch.

14036288421462749798
Sumur Maut Benteng Van den Bosch/aljatimifile


14036552731873790243
tangga menuju lanti dua/aljatimi file

Memasuki akhir perjalanan kita akan mendapati gerbang belakang dari bangunan yang notabene bagian yang bisa juga jika diklaim sebagai bagian paling penting dari Benteng van Den Bosch. Sebab bagian belakang Benteng van Den Bosch secara langsung berhadapan dengan dua sungai besar di Jawa, yakni Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Pertemuan dua sungai besar tersebut dipandang sangat strategis sebab di masa lalu fungsi sungai sebagai jalur lalu lintas perdagangan yang cukup penting.

Dengan dibangunnya benteng di sisi sungai besar maka dua sisi strategis tujuan pembangunan Benteng van Den Bosch akan didapat: yakni tujuan penahan laju pejuang, serta tujuan pengawasan terhadap laju lalu lintas perdagangan jalur air. Di masa pasca kemerdekaan ada semacam isu bahwa kawasan ini pernah dijadikan kawasan pembuangan pemberontak. Dan dari cerita yang pernah terdengar dari salah satu generasi tua. Dahulu pernah beberapa senjata yang terendam di sisi dalam sungai. Secara garis besar Pintu Gerbang Belakang atau yang berada di bagian paling timur dari benteng Van Den Bosch, menghadap langsung ke arah pertemuan dua sungai besar (Bengawan Solo dan Madiun) yang dahulunya merupakan desa Ngawi Purba sebagai cikal bakal Kabupaten Ngawi. Pada gerbang ini terdapat jeruji pintu besi dan jika sudah keluar dari komplek Benteng, maka terdapat gundukan tanah dan parit.

Jika melihat penampakan Benteng van Den Bosch dengan seksama maka kita dapat mengambil suatu simpulan, bahwasanya Benteng van Den Bosch yang dimiliki kota Ngawi merupakan salah satu warisan masa-masa kolonial bernilai histori tinggi. Selain bernilai histori tinggi Benteng van Den Bosch memiliki ciri yang sedikit berbeda dengan benteng sejenisnya. Namun nampaknya dari keadaan yang ada, rasa-rasanya belum adanya upaya yang maksimal guna dilakukan perbaikan gedung tua. Bahkan yang ada nampak seperti bangunan yang dibiarkan rusak dan banyak ditumbuhi belukar.

1403627895416612547
pertemuan Bengawan Solo dan Bengawan Madiun/aljatimifile

Mitos Timbil dan Solusi Alami Mengobati


Seminggu ini karena mobilitas kerja  begitu tinggi, tak elak kondisi daya tahan tubuh pun mulai turun. Penurunan daya tahan tubuh pada akhirnya menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Beberapa hari yang lalu mata ini terkena sejenis penyakit yang orang jawa bilang sebagai timbil.

Dahulu sewaktu masih anak-anak terdengar mitos kalau sebab dari penyakit timbel adalah karena seseorang yang biasa berbohong, atau karena seseorang yang biasa mengintip orang mandi, namun lain dahulu-lain sekarang kalau hanya karena sebab kebiasaan berbohong toh para elit di negeri ini pun niscaya akan kena timbil sebesar gaban hehehe…
Timbil atau dalam istilah kedokteran biasa disebut dengan herdeolum merupakan gumpalan merah dan nyeri yang terbentuk di kelopak mata, kadang dapat pula berbentuk di permukaan dalam kelopak mata. Timbil menyerupai bisul atau jerawat. Biasanya berisi nanah, terjadi secara beberapa hari dan pecah sekitar seminggu. Timbil disebabkan oleh inveksi bakteri staphylococcus.

Meskipun timbil dapat sembuh dengan sendiri namun acapkali menimbulkan beberapa masalah semisal bengkak yang mengganggu penglihatan maupun timbil yang menyebabkan radang berkelanjutan. Kadangkala bengkak yang berlanjut bisa mengeras dan menyebabkan timbulnya benjolan di sekitar kelopak mata (meskipun rasa nyeri sudah hilang).

Pengobatan Mandiri di Rumah:
Timbil menurut pengalaman penulis dapat sembuh dengan sendirinya, namun seringkali kita merasa terganggu dengan benjolan dan nyeri yang kita alami.

Menurut Mayo klinik sampai timbil hilang dengan sendirinya penderita timbil dapat melakukan beberapa tindakan, di antaranya sebagai berikut :

#Diamkan timbil. Jangan coba memecahkan atau memencet nanah dari timbil
#Gunakan kompres hangat dan bersih empat kali sehari selama 10 menit untuk membantu timbil pecah dengan sendirinya. Saat timbil pecah, bilas mata secara menyeluruh dan jaga area tersebut tetap bersih

Pencegahan
#Untuk mencegah infeksi berulang, lakukan teknik mencuci tangan yang baik dan jauhkan tangan dari mata.
#-hati dengan kosmetik. Untuk mencegah infeksi beruang jangan gunakan kosmetik yang sufah lama, maupun berbagi ksmetik dengan orang lain.
#Jika sedang menggunakan lensa kontak, usahakan dalam keadaan bersih, kalau perlu ikuti saran dokter tentang mendesinfeksi lensa. Cuci tangan secara menyeluruh sebelum Anda memasang lensa kontak.

Pengobatan 
Jika kita datang ke dokter, maka kita akan diberikan saleb antibiotic/saleb steroid. Jika kita tak sempat ke dokter kita bisa menggunakan cara-cara tradisonal. Cara-cara tradisional ini semuanya pernah penulis praktikkan dan hasilnya Alhamdulillah dalam dua hari timbil dan nyeri yang penulis alami pun hilang. Di antara obat yang pernah penulis pernah gunakan di antaranya adalah bawang putih maupun campuran madu dan minyak zaitun. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, mengapa bawang putih maupun campuran madu+zaitun berkasiat menyembuhkan timbil? Maka jawabannya akan kita dapat dengan meneliti lebih lanjut kandungan klinis bawang putih, zaitun dan madu.

Kandungan klinis bawang putih
# minyak atsiri
# anti bakteri
# allicin
# anti kolesterol
# kalsium
# saltivine
# diallysulfide
# allipropil-disulfida sebagai anti cacing
# belerang
# protein
# lemak
# fosfor
# besi
# vitamin A, vitamin B1, vitamin C

Relevansi penyakit bawang putih sebagai obat timbil.
Bawang putih (Allium Sativum) dapat membantu mengobati bisul dan kutil sebab mengandung minyak astiri yang tinggi sehingga memiliki kemampuan antibakterial dan antiseptik. Karena itu, bawang putih bisa digunakan untukmengangkat minyak, mendinginkan kulit yang meradang dan mengempeskan bisul. Kandungan antibiotik antara bawang putih yang satu belum tentu sama dengan kandungan antibiotik padabawang putih lain.

Bawang putih jenis baby(bawang putih yang ukurannya kecil) diyakini sebagai bawang putih yang memiliki kandungan antibiotik paling tinggi. Orang jawa pun seringkali mengobati memar dengan menggunakan herbal ini.

Bagaimana Caranya
Tempelkan potongan kecil bawang putih pada bisul/bengkak/ namun patut diperhatikan bahwaanya bawang putih hanya diperuntukkan untuk kulit luar kelopak. Ingat Lakukan hanya pada kelopak bagian bawah saja, karena kandungan bawang putih yang menguap dari kelopak bagian bawah akan langsung mengenai mata. Selanjutnya tunggulah beberapa saat hingga terasa perih, mengeluarkan air mata, geli, bahkan gatal hingga membuat seolah-olah kepala bergoyang. Agar tidak mengganggu pekerjaan lakukan cara ini sebelum tidur.

Madu dan Zaitun
Penggunaan campuran zaitun dan madu bermanfaat mengatasi timbil sebab kedua bahan ini mengandung zat-zat sebagai berikut:

Madu 
Madu mengandung banyak sekali manfaat maka tak salah jika dikatakan madu sebagai superfood. 
Kandungan klinis madu

Relevansi madu sebagai obat timbil
Madu tak dapat dimasuki bakteri-bakteri hal ini dapat terjadi karena madu mengandung kalium karbonat. Pelembaban, karena keberadaan kalium karbonat itu tidak dapat terjadi pada madu. Seperti diketahui bakteri-bakteri, ternyata dapat hidup dan berkembang biak pada tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya pelembaban. (Fathoni 2010: 34)

Madu memiliki efek osmotik. Pada dasarnya madu merupakan campuran dari monosakarida denganaktifitas air yang rendah, kebanyakan molekul air selalu berhubungan dengan gula dan jugamikroorganisme. Hal ini membuat madu menjadi media yang tidak bagus untuk mikroorganismeberkembang biak. (Lusby, PE; Coombes, A, Wilkinson, JM (2002 Nov). "Honey: a potent agent for wound healing?". Journal of wound, ostomy, and continence nursing : official publication of The Wound, Ostomy and Continence Nurses Society / WOCN 29 (6): 295–300. PMID 12439453)

Madu juga dapat menonaktifkan logam bebas, yang tidak akan mengkatalisis pembentukan radikal oksigen bebas dari hidrogen peroksida, yang menyebabkan peradangan. Juga, unsur antioksidan dalam madu membantu membersihkan radikal bebas oksigen yang ada..

C6H12O6 + H2O + O2 → C6H12O7 + H2O2 (reaksi oksidasi glukosa)
Pada saat madu digunakan (seperti dioleskan pada luka) hidrogen peroksida dihasilkan saat madu mencair terkena cairan tubuh. Sebagai hasilnya, hidrogen peroksida dilepaskan perlahan lahan dan menjadi antiseptik.  (Worldwidewounds.com (2002-02-15). Retrieved on 2011-02-06.)
Zaitun

Seperti halnya madu minyak zaitun juga merupakan salah satu natural food yang menandung banyak sekali kandungan zat bermanfaat.

Relevansi Minyak Zaitun sebagai obat timbil
Zaitun mengandung polifenol yang berkasiat sebagai zat anti inflamasi (peradangan)
Cara pemanfaatan madu dan zaitun sebagai media pengobatan timbil dapat dilakukan dengan dua metode. Cara pertama dengan mengoleskan campuran tersebut pada area yang terinveksi. Cara kedua dengan mengonsumsi madu dan zaitun sebagai makanan pemerkuat daya tahan tubuh.
Catatan: penulis dalam praktiknya menggunakan campuran madu dan zaitun di area kelopak mata yang terkena timbil. Dan sering pula menggunakannya sebagai obat tetes. Menggunakan madu+minyak zaitun sebagai olesan maupun obat tetes insya’Allah akan membawa manfaat, dan hal ini telah penulis buktikan sendiri.

Catatan : 1. sebaiknya gunakan madu dan minyak zaitun yang murni 2. Rasa perih akan dirasakan oleh pengguna (kurang lebih 5 menit) setelah itu mata akan terasa segar  3. Dipasaran obat herbal dan tibbun nabawi campuran ramuan obat tetes mata madu+zaitun biasa di jual dengan merek OTEM (harga sekitar 20-25 ribuan 4. Dalil dalam kitab suci "Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan." [QS. An-Nahl : 69] 5. Makan dan berminyaklah dengan zaitun karena ia berasal dari pohon yang diberkati (HR. Tirmidzi)”.

Kesimpulan : Penggunaan bawang putih, madu dan minyak zaitun dapat digunakan sebagai  obat antiinflamasi anti bakteri sehingga dengannya diharapkan dapat membantu mengobati penyakit timbil
Wallahu’alam
Referensi :
Fathoni,Ben. 2010. Mukjizat Resep Rasulullah. Yogyakarta : Intellectual
Suparni dan Ari Wulandari. 2012. Herbal Nusantara : 1001 Ramuan Tradisional Asli Indonesia. Yogyakarta: Andi
Hashman, Ade. 2012. Rahasia Kesehatan Rasulullah. Jakarta Selatan: Noura Books
Mujahid, Abu. 2011. Teknik Pengobatan Islam. Bandung : Toobagus
Hagen,Philip dan Martha Millman (Ed). Mayo Clinic. 2013. Penerjemah : Karyani Pamilih,Eko. Jakarta Selatan : Noura Books
Lusby, PE; Coombes, A, Wilkinson, JM (2002 Nov). "Honey: a potent agent for wound healing?". Journal of wound, ostomy, and continence nursing : official publication of The Wound, Ostomy and Continence Nurses Society / WOCN 29 (6): 295–300. PMID 12439453)
Worldwidewounds.com (2002-02-15). Retrieved on 2011-02-06








Para Fans Capres dan Calon Presidenku, Belajarlah dari Kisah Khalid bin Walid Radhiyallahu’anhu


Melihat fenomena anak bangsa yang hobi menghujat dan begitu membanggakan personal tertentu “selayak sesembahan” (di masa anget-anget menjelang Pilpres), maka cukup kita belajar kembali mengenai hakikat dari sebuah ketulusan dan keikhlasan melalui sebuah kisah Sang Pedang Allah, Khalid bin Walid Radhiyallahu’anhu yang Subhanallah sungguh fenomenal.

Salah satu kisah yang layak dijadikan ibrah atau pelajaran bagi siapa pun yang menginginan pemahaman arti sebuah keikhlasan.

Tersebut dalam sejarah masa generasi awal umat Islam, sebuah kisah tentang keteguhan seorang saifullah ‘si pedang Allah’, Khalid bin Walid.

Siapa yang tidak kenal dengan Khalid Bin Walid Radhiyallahu’anhu,  yang mendapat julukan dari Rasulullah, Khalid si  Pedang Allah yang terhunus. Duplikasi Umar Bin Khatab yang ke dua.

Keberaniannya membuat siapapun segan, baik teman ataupun lawan. Khalid Bin Walid Radhiyallahu’anhutelah terjun dalam puluhan peperangan. Para sejarawanpun mencatat, Khalid bin Walid tidak pernah kalah dalam perperangan apapun baik masa Jahiliyah maupun setelah masuk Islam.
Puncak kegemilangan Khalid bin Walid, terhenti pada era Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu. Ia diberhentikan sebagai pangliman perang.  Berita tersebut diperoleh Khalid  pada saat sedang memimpin perang. Umar bin Khattab melakukan hal itu agar Khalid tidak terlalu di jadikan sebab meraih kesuksesan oleh kaum Muslimin dengan kesuksesan-kesuksesan yang diperolehnya.
Pencopotan dirinya tanpa sebab dan kesalahan oleh Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu  tak membuat Khalid kecewa. Dengan jiwa kesatria, ia tak memandang peralihan tersebut sebagai penurunan kualitas semangat dakwahnya di Jalan Allah. Namun, Khalid memandang apapun posisi yang dia lakoni yang terpenting adalah memiliki manfaat untuk umat. Baik berada di garda terdepan ataupun dibelakang. Entah itu menjadi pemimpin ataupun prajurit.

Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Sebab itu dianggapnya prestasi yang diraihnya hanyalah sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Subhanahu wa ta’ala. 

Sepotong kisah tentang salah satu panglima Islam terbesar yang layak di dijadikan panutan terutama bagi seseorang yang terlalu mengidolakan seorang tokoh pujaan, begitupula pelajaran bagi seorang calon pemimpin bangsa tentang arti sebuah keikhlasan. Arti sebuah perjuangan, arti sebuah ibadah maupun arti sebuah pengorbanan.

Tak elok rasanya Anda ataupun saya terlalu membanggakan diri seolah diri-diri kita merupakan bagian dari sebuah kesuksesan. Tak elok pula kita terlalu merendahkan orang lain karena nafsu fanatisme sempit semata. Toh apapun yang keluar dari hati yang dengki isinya pastilah kejelekan. Tak ada keadilan dalam menilai kebaikan hanya karena rasa dengki. Dengki adalah sebab Iblis yang dilaknat keluar dari surga (dengki pada nabiyullah Adam). Maka siapa yang lebih jelek dari pengikut Iblis?

Mengapa sekarang ini popularitas menjadi tolak ukur kebaikan? Toh nilai Anda  tidaklah dinilai dari siapa dan apa jabatan Anda sekarang. 

Bukankah besar atau kecil amal Anda bukanlah salah satu tolak ukur diterimanya amalan?

Bukankah tanpa keikhlasan, apapun yang Anda lakukan laksana debu yang tak bermanfaat di hadapan Allah?

Meskipun Anda dielukan dihadapan manusia, jikalau Anda rendah di sisi Allah bukankah semua itu tak ada gunanya?

Meskipun Anda di dukung mayoritas manusia namun ketika Anda mengkhianati janji Allah maka dukungan mayoritas itu hanya untuk melenakan dan menjauhkan dari sisi ketawadhu’an?

Ingatlah suara rakyat bukan suara Tuhan kawan, sebab Tuhan itu satu…bukan 250 juta…

Ingatlah kebenaran dan kebaikan bukanlah diuukur dari popularitas namun ia diukur dari ittiba (meniru akhlak Rasulullah) dan keikhlasan dalam jiwa. .

Ingatlah pula  tak ada seorang pemimpinpun kecuali ia akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah, Tuhan semesta Alam…so masihkah Anda berminat menjadi pemimpin…, think again ya kawan?
“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (HR. Bukhari no. 7148)
Wallahu’alam



Rabu, 22 Januari 2014

Go Green-Menanam Pohon dan Ajaran Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam

Islam, agama rahmatan lil ‘alamin. Semakin mempelajari dan mendalami ajaran-ajarannya kita akan semakin paham akan kesempurnaan agama yang haq ini. Mulai dari perkara-perkara yang kecil, yakni ajaran membersihkan najis (baca:buang hajat dsb.) sampai perkara besar seperti asbab seseorang selamat di dunia maupun diakhirat pun tak luput menjadi  bahagian dari ajaran yang dipelajari.

Salah satu ajaran Islam yang mestinya diaplikasikan oleh seorang yang mengaku beriman salah satunya ialah  menjadikan diri bermanfaat terhadap umat.

Salah satu ajaran Islam yang menarik dan patut untuk dipraktikkan dan bermanfaat terhadap umat manusia dan umat selainnya yakni salah satunya ialah anjuran untuk “menanam pohon”.

MENANAM POHON?

Jangan heran sobat? Bahkan sebelum para aktivis pro lingkungan hidup menggalakan program “Go Green”, Rasulullah Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam sebagai suri tauladan manusia pernah bersabda :
"Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya" . [HR. Muslim dalam Al-Musaqoh (3945)]

Sobat, tahukah kalian di dalam hadist ini Islam mengajarkan kemanfaatan diri terhadap umat. Dari istilah umat ini penulis tak membatasi hanya sebatas “umat manusia” saja, namun kemanfaatan di sini pun bisa diartikan diperuntukkan bagi “umat di luar manusia”. 

UMAT DI LUAR MANUSIA?
Ya, burung maupun hewan jenis apapun juga termasuk umat. Hal ini seperti yang termaktub dalam Al Qur’an. 

Coba simak ayat berikut:
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu..... ( Qs: Al an'am : 38 ) 
Memahami ucapan Rasulullah kita yang ditakdirkan menjadi umat Muhammad Shallahu ‘Alaihi wasallam patut berbangga, ternyata apa-apa yang kita butuhkan dan kita inginkan kemanfaatan darinya, semuanya telah diajarkan oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam.

Sebagai penutup penulis hanya mau berikrar “AKU BANGGA MENJADI UMAT MUHAMMAD SHALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM”
Wallahu'alam
Surakarta, 17 Robi'ul Awal 1435 H //19 Januari 2014



Rabu, 01 Januari 2014

Antara Bahasa Belanda, Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia

Dahulu semasa masih tinggal bersama kakek, sering beliau bercerita kepada saya tentang masa lalu, yakni mengenai sejarah semasa "Zaman Kolonial". Bahkan sejarah kota tempat kelahiranku yakni kota Ngawi Jawa Timur semasa "Zaman Kolonial".

Yang saya pahami kakek memang berpendidikan tidak terlalu tinggi, hanya setara SMP, namun sedikit banyak mengetahui beberapa kosakata Bahasa Belanda dan seikit membaca aksara kanji Jepang. Hal ini dimungkinkan sebab Beliau pernah lama tinggal di area pemukiman Belanda yakni di sekitar "Benteng Pendem".

Dulu kakek pernah bercerita kalau banyak kosakata dalam bahasa Belanda yang diserap ke dalam bahasa Jawa.

Dan setelah dewasa saya mulai paham jika ternyata pola penyerapan bahasa Belanda ke dalam bahasa nusantara tidak sebatas merasuk ke bahasa daerah (baca bahasa Jawa) namun lebih dari itu dalam perkembangan selanjutnya banyak kosakata bahasa daerah (baca bahasa Jawa) yang mulanya berasal dari bahasa Belanda selanjutnya diadopsi ke dalam bahasa Indonesia.

Yang saya ingat dulu sewaktu masih anak-anak kakek pernah mencandai saya dengan mengatakan bahwa asal muasal kata “gedhang” (pisang dalam bahasa Jawa) berasal dari bahasa Belanda “goed dank u” yang artinya “baik/enak terima kasih”dan asal usulnya berasal dari orang Belanda yang mengucapkan terima kasih karena telah diberi sejumlah pisang oleh petani pribumi. Okelah, mungkin candaan kakek memang “-atik matuk” kata orang Jawa. Namun masuk akal juga pikirku, apalagi ditambah cerita kakek yang argumentatif sedikit banyak ikut mendukung pendapat Beliau.

Sekarang ini di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia banyak sekali menyerap kosakata di luar bahasa Melayu, dan salah satunya ialah bahasa Jawa dan Belanda.

Yang menarik dan ingin sampaikan di sini ialah, mengenai hubungan bahasa Belanda-Jawa-dan bahasa Indonesia. Dan menurut pengamatan saya, ada banyak bahasa Jawa yang berasal dari bahasa Belanda di ikut diserap ke dalam bahasa Indonesia, berikut kosakata yang saya pahami:


Bahasa Belanda

Bahasa Jawa

Bahasa Indonesia

Waskom

Baskom

Baskom

Handdoek

Anduk

Handuk

Pedal

Pedal

Pedal

Bankroet

bangkrut

Bangkrut/ pailit

Benzene

bensin

Bensin

Koelkast

Kulkas

Kulkas/lemari es

Te laat

Telat

Telat (non baku), terlambat

Wingkel

Bengkel

Bengkel

Berichten

Berita/warta

Berita/warta

Afdruk

Afdrek

Afdruk

Belsem

Balsem

Balsam

BenzIne

Bensin

Bensin

Vermaak

Permak

Permak

Emmer

Ember

Ember

Band

Ban

Ban

Boren

ngebor

Mengebor

Gordijn

Korden

Korden

Demikan Sobat sedikit tulisan ringan dan amatiran dari saya di awal tahun 2014 :D semoga bermanfaat.
Baca arikel sejenis:
Hari Aji al Jatimi
Ngawi, di awal tahun baru 2014



Minggu, 22 Desember 2013

Rindu Mainan Masa Lalu

Oleh : Hari Aji al Jatimi

Melihat fenomena anak-anak di era globalisasi informasi, banyak hal yang diamputasi dari lumrahnya kehidupan mereka semasa anak-anak. Anak sekarang cenderung cepat menjadi dewasa. Buktinya bisa kita lihat di tayangan sinetron-sinetron, banyak anak  di arahkan untuk cepat menjadi dewasa. Seorang actor usia SD dapat berperan menjadi  remaja SMP, anak seusia  SMP mampu seolah menjadi remaja seusia SMA, anak SMA berperan jadi mahasiswa. Sedang di dunia nyata fenomena macam ini nampak dari lompatan kedewasaan anak. Banyak anak berlagak seperti orang dewasa, baik dari cara berpakaian, bergaul, maupun bahan perbincangan.

Selain faKtor tontonan, menurut hemat penulis. Mainan anak-anak di era sekarang ini dirasa ikut andil dalam melemahkan mental anak. Kita ambil contoh salah satu mainan anak zaman sekarang, yakni Facebook. Facebook, sebagai bagian dari globalisasi informasi nampaknya bukan hanya berfungsi sebagai "medsos", namun bagi ‘mereka’, yang saya sebut sebagai anak-anak, menganggap "medsos" FB sebagai mainan mereka. Bahkan, munculnya fenomena globalisasi anak "alay" juga bisa jadi karena media yang satu ini.

Interaksi yang tanpa batas namun terbatas membuat anak jadi mati rasa, mati simpati, dan mati empati. Kehidupan sosial pergaulan yang di era lama begitu erat sekarang ini mulai luntur. Maka tak heran muncul ungkapan FB “mendekatkan yang jauh menjauhkan yang dekat.” Selain FB, Videogame macam PS maupun game online memiliki sumbangsih yang besar dalam hal melunturkan nilai kerbesamaan dan nilai empati dalam kehidupan sosial. Sikap cuek anak zaman sekarang mungkin bisa jadi desebabkan oleh salah satu faktor di atas.

Beranjak dari pendahuluan yang sengaja saya paparkan, kali ini saya hanya ingin berbagi pengalaman semasa anak-anak. Dan mungkin tulisan sejenis telah banyak dipublish di media, namun tak ada salahnya bila kita bersama bernostalgia. Dan tulisan ini sengaja didedikasikan untuk kawan-kawan yang mungkin hidup semasa dengan saya yakni mereka yang menikmati masa anak-anak di era 90an, terutama mereka yang tinggal di pulau Jawa.

Langsung saja sobat kita simak beberapa permainan tradisonal yang pernah populer di masa lampau
*Gamparan:

13860044751284544558
http://dolananjadul.blogspot.com/

Gamparan, permainan dengan media batu sebagai gaco (aduan).Gamparan biasanya dimainkan oleh beberapa orang atau tim yang saling berhadapan. Sebelum permainan ini dimulai, terlebih dahulu diadan ping suit, untuk menentukan tim mana yang bermain lebih dahulu. Selanjutnya! Permainan ini memiliki tiga level. Level pertama adalah peserta permainan berusaha merobohkan batu lawan yang disusun di garis yang ditentukan dengan jalan dilempar. Jika tidak mengenai langsung sasaran maka level ini masih dapat dilanjutkan dengan jalan melempar batu gaco ke batu lawan dengan caraMEMBELAKANGI/KAYANG/MERAMBAT (jika letak batu gaco jauh). Jika dengan cara kayangpun gagal maka permainan digantikan oleh tim kedua.

Kemudian apabila peserta permainan sudah menyelesaikan level pertama maka, tugas selanjutnya ialah merobohkan batu lawan dengan cara melempar batu gaco (milik sendiri) kea rah gaco lawan yang telah disusun. Dan caranya bukan dilempar dengan tangan tapi dilempar dengan ayunan batu yang diletakan di kaki (engkel). Dan jika level ini berhasil dilalui maka, permainan beranjak ke level ketiga. Dan jika satu tim gagal menyelesaikan, maka dilanjutkan tim ke tiga.

Di  level  yang ke tiga, tim baru dikatakan mendapat poin ketika berhasil membawa gaco dengan kepala kemudian menjatuhkannya tepat mengenai gaco tim lawan.

*Cukitan/Bentik
1386004614537500195
Permainan ini menggunakan media dua kayu. Kayu besar dan kayu kecil. Permainan bentik terdiri atas tiga level. Level I, level mencukit kayu kecil di atas lubang tanah, kemudian level II memukul kayu kecil dengan tangan,  dengan posisi tangan kanan memegang kayu besar dan kayu kecil diletakkan persis di atas kayu besar dengan posisi seperti salip atau +. Jika level II sudah berhasil dilewati maka masuk ketahap III dimana pada level ini disebut gepok lele atau gepuk tikus. Tiap tahap permainan memiliki karakteristik cara menghitung yang berbeda. Semakin jauh kayu kecil dipukul, semakin banyak pula poin yang dihasilkan. Begitupula pada level III (gepok lele) semakin banyak tutukan (baca:pantulan) makin banyak pula penggandaan poin.

*Umbul
1386004945624636778
Umbul, merupakan salah satu bentuk permainan tradisonal dengan mengandalkan teknik aduan gambar. Teknisnya dua gambar atau lebih dilekatkan kemudian digapit dengan dua jari dan selanjutnya baru diumbulkan (dilempar ke atas). Jika posisi gacoan melumah (menghadap ke atas) dan posisi gacoan lawan malik (menghadap ke bawah) maka dikatakan jeni atau menang. Untuk yang jeni atau menang maka akan mendapatkan sejumlah umbul (kartu bergambar) dari lawan.

*Boi-Boi an

13860053571915511810

Permainan/Berkelompok/Boi-boian Permainan dengan mengandalkan permainan tim (dua kelompok)
Jumlah anggota tiap kelompok: minimal 5 anak; semakin banyak anak yang ikut bermain, maka bertambah seru permainannya . Alat bantu: batu2 pipih atau pecahan asbes; benda apa saja yang bisa disusun bertumpuk ke atas semacam piramida, sebanyak kira-kira 10 keping/batu. Satu bola kertas; terbuat dari kertas2 bekas yang digumpal-gumpalkan menjadi kira-kira sebesar bola tenis, diikat dengan banyak karet gelang agar tidak terlepas satu sama lain (boleh juga manggunakan bola tenis)

Cara main: satu kelompok bertujuan menyusun piramida hingga tak ada yang tersisa sambil menghindar dari tembakan bola kertas yang dilepaskan oleh anggota-anggota kelompok lain.

Kelompok yang lain bertugas menembakkan bola kertas ke anggota-anggota kelompok lawan yang berusaha menyusun piramida; setiap anggota lawan yang terkena tembakan bola kertas dianggap gugur dan tidak boleh lagi meneruskan permainan.

Permainan dimulai dengan menggulirkan bola kertas oleh kelompok penembak ke arah piramida batu pipih hingga berantakan (kira-kira seperti menggelindingkan bola bowling ke sasarannya); sementara itu kelompok penyusun piramida bersiap2 menyusun lagi batu-batu yang berantakan sambil mewaspadai serangan bola kertas.

Permainan selesai apabila piramida selesai disusun ATAU anggota kelompok yang bertujuan menyusun piramida telah semuanya gugur kena tembakan bola kertas dari kelompok lawan, setelah selesai, posisi kelompok ditukar; yang tadinya kelompok penyusun piramida menjadi kelompok penembak, dan sebaliknya.

*Jebakan kaleng/alarm kaleng

1386005643388830985
http://abdulcholik.com/

Permaianan ini biasanya digunakan untuk mengagetkan teman. Cara membuat permaianan ini cukup mudah. Kita hanya perlu mempersiapakan kaleng bekas biskuit, dua batang bambu seukuran lima belas cm, karet gelang dan kempyeng (tutup botol minuman ringan). Cara pembuatan: ambillah kaleng bakas kemudian tempatkan pada posisi pantat kaleng ada di atas. Kamudian ikat dua bilah bamboo dengan kaleng dengan posisi seperti gawang. Setelah pancangan dua buah bamboo telah dibuat maka selanjutnya persiapkan kempyeng (bekas tutup botol yang dipiphkan) selanjutnya lubangi sis pinggirnya sebanyak dua buah. Setelah kempyeng siap, maka ikat kempyeng dengan karet gelang pada kedua sisi. Selanjutnya setelah terpasang. Ikat dua sisi karet gelang pada bilah bamboo yang telah terangkai dengan kaleng. Selanjutnya untuk memulai menjebak lawan putar kempyeng yang telah terangkai (karet, bilah bamboo dan kaleng) dengan beberapa putaran, sampai posisi karet benar-benar memutar dan tegang. Selanjutnya ganjal kempyeng yang telah diputar dengan kerikil yang telah diikat benang. Untuk memulai misi tempatkan jebakan ditempat yang tak terduga, dan jangan lupa ikat benang di sisi lain agar orang yang lewat dapat menyentuh pemicu benang. Dan ketika pemicu disentuh maka secara otomatis alarm kaleng akan berbunyi dengan keras.

*Plintengan/ketapel
1386005831795591236
Mainan plintengan atau ketapel tak diragukan lagi merupakan salah satu permainan yang dikenal luas. Cara membuatnya pun sangat sederhana, yakni cukup dengan mencari cabang pohon yang “ngepang”/berbentuk seperti huruf “Y”. Selanjutnya rangkai kaleb (kulit bekas dompet atau jok) dengan karet pentil atau bekas ban. Setelah alat terangkai maka plintengan sudah dapat dimaninkan.

*Slotokan/slotopan/sodogan
13860068141791472342
Permaianan Slotokan/slotopan/sodogan merupakan salah satu mainan yang dibuat dari batangan bamboo kecil dengan diameter lubang 1 cm. Mainan ini boleh dikatakan sebagai senapan mainan anak kampong. Cara membuat permainan ini tidakla susah, kita cukup sediakan bamboo berdiameter 1 cm sebagai media lubang sodok kemudian persiapkan pula media bamboo untuk menyodok lubang. Setelah semua alat dibuat, masukkan lembaran Koran basah pada lubang bamboo kemudian sodok dengan penyodog…selanjutnya jreng..jreng senapan siap beraksi.

*Petasan Busi Bekas (PBB)

1386005950925858134
http://www.jatger.net/

Petasan besi bekas, merupakan salah satu mainan populer di daerah penulis yang sering dimainkan anak-anak sehabis sholat subuh. Seperti namanya petasan ini dibuat dari sebatang busi bekas, baut, tali raffia, pentol korek/korek jres, kertas korek sebagai pemicu. Cara membuat mainan ini cukup mudah, kita cukup menyiapkan busi bekas yang telah dilubangi sisi bagian atas (bagian pematik arus) kemudian persiapkan penutup yang terbuat dari baut. Selanjutmya ikat baut dengan tubuh busi. Untuk menambah keseimbangan ketika dilempar ke atas rangkaikan tali raffia di bagian tubuh bus hingga bembentuk seperti rambut jagunh.

Untuk memulai memainkan, ambil pucuk korek api ambil remahannya kemudian masukkan ke dalam lubang busi (sembari dilapisi kertas korek). Langkah berikutnya, tutup busi yang telah terisi dengan remahan korek dengan besi baut. Lalu lemparlah ke atas, dan lihat hasilnya berupa letupan suara petasan “PBB”.

Sobat, mungkin hanya sedikit ini yang dapat saya share untuk Sobat. Semoga kisah klasik masa silam ini selalu menarik diceritakan di masa depan.









Cara Kerja Mesin Lembar Jawaban Komputer (LJK)


Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/513a80467d1243167e000000
1. PEMROSESAN LJK dimulai dengan meletakkan setumpuk LJK pada input hopper dan tentunya OMR dinyalakan terlebih dahulu dengan menekan tombol power. Berikutnya sheet guide dirapatkan yang sesuai dengan ukuran lebar LJK, layaknya sheet guide pada alat cetak (printer) biasa.
Spoilerfor OMR


2. Jika LJK tidak diatur menggunakan sheet guide dan posisinya tidak tepat, bisa jadi OMR mengalami kemacetan saat bekerja. Berikutnya lagi, status proses akan dimunculkan pada panel operator seperti layar telefon genggam. Untuk memulai proses pemindaian (scan), push button switches di sebelah kiri harus ditekan terlebih dahulu hingga muncul prompt ready.

3. Proses scan terjadi pada transport bed, kemudian LJK akan keluar dan tertumpuk pada output stacker. Sementara pada panel operator akan menampilkan status scan.
4. Peletakan LJK pun harus benar, tidak boleh terbalik yaitu timing marks harus pada sisi yang sama dengan panel operator. Proses dapat dihentikan dengan menekan push button switches di sebelah kanan. Di bagian sheet guide terdapat garis batas maksimum tumpukan LJK dalam satu kali proses koreksi. Biasanya tumpukan form tidak lebih dari 200 lembar, karena OMR bisa macet jika tumpukan berlebih.
Spoilerfor img


5. Lantas bagaimana OMR membaca tanda hitam pensil?
Perangkat ini tidak memerlukan kepintaran semacam pengenalan karakter (character recognition) pada perangkat OCR (Optical Character Recognition). Pada OMR, sinar infra merah yang diarahkan pada LJK tidak akan direfleksikan jika mengenai pilihan jawaban yang dihitamkan dengan pensil. Perangkat lunaklah yang berperan untuk mencocokkan posisi jawaban dengan informasi pada LJK.


6. Informasi jawaban apa saja yang akan diproses perangkat lunak, didefinisikan pada file definisi form. File ini mendefinisikan posisi kolom atau baris jawaban relatif terhadap skunk marks dan timing marks, tipe jawaban seperti angka numerik atau abjad, serta cara baca form yaitu horisontal atau vertikal.

Tips Mengisi LJK
1. Jangan membeli pensil yang isinya miring karena pensil dengan isi miring dapat dipastikan pensil mudah patah saat digunakan, pilihlah pensil dengan Leads tepat di tengah.

2. Jangan membeli pensil dengan isi pensil yang merosot keluar dari pensil, pensil dengan isi yang merosot dapat dipastikan akan mudah patah saat digunakan.

3. Pilihlah pensil dengan Isi pensil yang besar, Isi pensil yang besar membuat pensil tidak mudah patah selain itu pensil dengan isi yang besar akan mempercepat proses melingkari jawaban.

4. Pilihlah pensil dengan isi pensil yang lebih berkilau, isi pensil yang lebih berkilau akan lebih mudah dibaca oleh scanner..

Spoilerfor img


5. Gunakan Pensil 2B – For Computer yang telah lulus test OMR Test / Scan Test..

6. Pensil yang telah lulus OMR Test dapat dipastikan bahwa isi pensil yang digunakan memiliki pencampuran yang sempurna sehingga dari ujung awal sampai akhir pensil memiliki grade yang sama yaitu 2B dan dapat dibaca oleh mesin scanner.

Spoilerfor img


7. Pensil mekanik memiliki lead yang lebih keras dan dapat mengakibatkan lembar jawaban sobek dan bergelombang.
Spoilerfor img


8. Arsirlah jawaban sesuai pada bidang lingkaran yang disediakan, Anda bisa menggunakan bantuan penggaris khusus ujian untuk mengarsir jawaban dengan rapih.
Spoilerfor img


Faq
1. Apakah benar harus menggunakan pensil 2B?
- Penulis mencoba melakukan scanning form yang telah diisi dengan menggunakan pensil jenis HB dan juga tinta ballpoint sekadar ingin membuktikan kebenarannya. Ternyata isian dengan pensil HB dapat terbaca. Sedangkan isian dengan tinta ballpoint tidak terbaca tapi tidak menyebabkan error. Sebenarnya penggunaan pensil diinstruksikan agar peserta ujian mudah untuk mengganti jawaban, karena pensil mudah dihapus. Sementara ajuran penggunaan pensil 2B karena kualitas penghitamannya lebih tajam dibanding jenis lainnya.
Spoilerfor 2b


2.Apakah harus mengisi bulatan dengan sempurna?
Mengenai pengisian jawaban yang harus sempurna mengisi bulatan dan tidak boleh lebih dari bulatan, itu tidak sepenuhnya benar. Selama pensil tidak melebar ke area jawaban yang lain, jawaban akan tetap terbaca. Jika sampai melebar ke area jawaban yang lain, akan ada dua jawaban yang terbaca. OMR akan mengembalikan karakter * (asterik) sebagai hasilnya, yang berarti data tidak benar.
Spoilerfor img


3. Form jawaban tidak boleh terlipat ?
syarat lain yang biasanya diinstruksikan kepada peserta ujian adalah form jawaban tidak boleh terlipat. Sebenarnya, ketakutan akan terlipatnya kertas tidak perlu dibesar-besarkan. Terlipat sedikit di ujung-ujung kertas bukanlah suatu masalah asal jangan sampai kotor dan berwarna gelap di area utama form yang akan di-scan, karena dikhawatirkan OMR akan menganggapnya sebagai jawaban. Tetapi jika kertas terlipat cukup parah dikhawatirkan akan tersangkut dan menyebabkan kemacetan pada perangkat OMR