Kamis, 19 September 2013

Humor Suram Orang Jawa

Humor Suram Orang Jawa
Dua orang tampak berdebat. Perdebatan terjadi di bahu jalan, mereka nampak memperhatikan sesosok jasad. Sungguh kejadian yang mengharukan bagi yang melihat.
Selanjutnya dialog pun terjadi
Sudrun: “heh Do tau g’ apa yang tlah lo perbuat?”
Dodo: “emang kenapa?”
Sudrun: “Nooch lo liat, ada kucing nyang lo tabrak,…..bisa sial nich kita punya perjalanan!”
Dodo : “preeet, elo percaya yang gituan…?”
Sudrun: “aduuuch kaco lu masak g’ percaya,….duch bener-bener lo mau bikin kita orang sial”
Dodo: “pliiiiiissss dech bro Sudrun, elo pikir kita akan sial gara-gara yang beginian, lo g’ mikir yang sial tuh bukan kita orang…. tapi nochhhh SI KUCING MEONG……SIAL KARENA DAH KITA TABRAK.”
PAHAM LO…???
by: Hari Aji al Jatimi

Ini Pun Harusnya Bersertifikasi Halal : “Kodefikasi Halal pada Produk Nonmakanan”

By: Hari Aji al Jatimi
Halal-haram merupakan dua pasangan kata yang kontradiktif. Artinya, tidak pernah dikatakan suatu makanan halal 99% dan begitu pun para ahli bahasa, mereka menolak penggunaan istilah 100% halal. Mengapa demikian?

Hal ini dapat dipahami dengan argumentasi, bahwa sesungguhnya dua pasangan kata ini, masing-masing memiliki nilai absolut. Artinya suatu jenis makanan jika terkontaminasi 1% saja dari kandungan yang haram maka tak bisa dikatakan makanan halal.

Apabila kita membicarakan masalah halal-haram biasanya hanya berkutat pada masalah makanan. Padahal jika mau sedikit lebih berpikir kritis, ternyata banyak sekali produk nonmakanan yang terindikasi berasal dari bahan tidak halal. Contohnya, baru-baru ini, terdengar kabar adanya penggunaan bulu babi sebagai bahan pembuat kuas. Dulu pun pernah pula terdengar isu adanya penggunaan bahan tidak halal pada produk kosmetika. Dan bahkan baru-baru ini marak dikabarkan via dunia maya, penggunaan kulit babi sebagai bahan pembuat sepatu.

Mengenai kodefikikasi halal pada produk nonmakanan tampaknya belum ada aturan yang jelas. Selama ini aturan yang berlaku pada beberapa produk nonmakanan baru dari segi keamanan produk. Konsumen dari sisi keamanan telah dilindungi Kemenperindag, namun dari sisi kehalalan produk belum ada jaminan. Jika selama ini kodefikasi halal hanya dilakukan pada produk makanan, semoga kedepannya diharapkan adanya kodefikasi halal pada semua produk, termasuk jenis produk nonmakanan.

Wallahu’alam....


Minggu, 11 Agustus 2013

(HUMOR): “Rokok dan MUI”


Bento: “Mas Bro daripada gak ada kerjaan n’ boring ni ane kasih rokok cap Gudang Beras Merah,  ambil sesukamu”

Apik: “Sorry Bro gw kagak ngrokok…..”

Bento: “Laki-laki kok kagak ngrokok……nggak malu apa….?”

Setelah didesak dan dipaksa Apik pun mulai mengambil sebungkus rokok capGudang Beras Merah

Apik : “Loh..dibungkusnya kok gak ada tulisan HALAL sih?”
“Kalau gitu ogah ah gw, lu ajah”
“ Besok ajah kalau MUI ngasih lebel halal baru gw mau coba ntuh rokok”

Bento: ”x#4!%%^”

Ngawi, 4-6-2013



Pelajaran dari Kisah Seorang Wanita dan Kedua Putrinya

http://www.kompasiana.com/ajialjatimi
Di dalam kisah selalu terkandung hikmah, apalagi jika kisah tersebut benar dan nyata terjadi. Bukan fiksi namun nyata terjadi, maka ibrah pun dapat kita petik dari kisah macam ini. Dan salah satu kisah sederhana namun sungguh Subhanallah luar biasa ialah kisah-kisah yang kita ambil dari perjalanan hidup para Anbiya berikut shahabat-shahabatnya.
Di dalam Al Qur’an pun dinashkan bahwa dalam kisah-kisah para Anbiya dan shahabat-shabatnya terkandung hikmah yang dapat kita ambil faidah dan pelajaran di dalamnya’
Sampai sekarang ketika membaca kisah ini (”Kisah Seorang Wanita dan Kedua Putrinya”) tak henti-hentinya haru senantiasa terpancar mengingat begitu luar biasanya hikmah yang terkandung dalam kisah ini. Berikut kisah yang sengaja saya nukilkan dari buku “Lautan Hikmah dari Kisah-Kisah Nyata yang Berharga” atau dalam judul versi arabnya “Al Qauluts Tsamin min Qashash Ibnu Ustaimin”
Dari Aisyah Radhiyallahuanha, Beliau berkata:  “ Seorang wanita bersama kedua putrinya masuk menemuiku untuk meminta sesuatu. Akan tetapi aku hanya memiliki sebutir kurma, maka kuberikan kepadanya. Lantas ia bagi kurma itu kepada kedua putrinya, sem entara ia sendiri tidak memakan kurma tersebut sedikitpun. Wanita itupun bangkit kemudian pergi. Setelah itu Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam menemuiku dan kuceritakan kepada Beliau, maka Beliau bersabda:
“Barang siapa mendapat suatu cobaan berupa anak-anak perempuan kemudian ia berbuat baik terhadap mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka’.”
[Hadits Riwayat Muslim No.4763]
Dari kisah di atas sungguh tersimpan pelajaran yang Subhanallah luar biasa, pelajaran yang dapat kita ambil dari hadist ini:
Pertama :
Salah satu rumah Rasulullah, yang tinggal di dalamnya seorang wanita yang Beliau cintai, padanya hanya terdapat sebutir kurma. Subhanallah, rumah seorang pemimpin besar ternyata hanya ada di dalamnya sebutir kurma.
Yang menjadi pertanyaan, masihkah kita mengeluh, sedang bermacam jenis makanan ada di meja makan. Memang sih dunia dibukakan untuk kita sekarang ini, namun akhirat milik mereka generasi awal umat. Mengapa dunia dikunci untuk mereka sedang dunia dibuka untuk kita? Apakah kita lebih dicintai Allah daripada mereka? Al jawab, tentu tidak shobat, sebab justru merakalah yang dicintai Allah bukannya kita, dijaminkan untuk generasi mereka surge sedang tak ada jaminan untuk kita. Berpikirlah, ingat syukuri nikmat jangan kita mengkufurinya.
Pelajaran kedua:
Tampak sifat mulia umul mukminin Aisyah Radhiyallahuanha: Beliau hanya memiliki satu kurma, namun lihatlah Beliau lebih mengutamakan ibu yang miskin tersebut. Lalu bagaimana dengan kita?
Pelajaran ketiga:
Dari pelajaran hadist ini kita dapati adanya seorang sahabat Nabi Muhammad yang miskin.
Pelajaran keempat:
Adanya keutamaan seseorang yang berbuat baik pada anak perempuan.
Mungkin sedikit ini kisah yang dapat dibagikan, mudah-mudahan semakin mempertebal keimanan kita. Dan semoga pula mampu menyirami hati yang seringkali banyak mengeluh….dan mengaduh…
# Sedikit Puisi Untuk Sahabat#  + link
Duhai Adinda janganlah engkau bermuram durja
Hanya karna nasi tak ada di meja
Duhai Adinda janganlah engkau berkecil hati
Dengan kemiskinan yang membelit diri
Duhai Adinda yang kucinta karena perhiasan iman dan taqwa,
Sungguh apa yang menimpa kita hari ini
Bukanlah karena kita malas bekerja
Bukan pula salah penguasa
Namun yakinlah Adinda
Ini tak lebih dari cobaan hidup yang musti kita jalani
Duhai Adinda yang berakhlak mulia
Bukankah engkau yakin hari berbangkit
Bukankah engkau mengimani keadilan Pencipta
Bukankah pernah kita dengar bersama sabda Rasulullah anutan kita:
Beliau pernah bersabda:
Pada hari kiamat nanti akan didatangkan penduduk neraka yang ketika di dunia adalah orang yang paling (banyak) merasakan kesenangan. Kemudian dia dicelupkan di dalam neraka sekali, lalu dia ditanya : ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan sebelum ini?’ Maka dia berkata : ‘Tidak, demi Allah ya Rabb!’. Dan didatangkan pula seorang penduduk surga yang ketika di dunia adalah orang yang paling merasakan kesusahan. Kemudian dia dicelupkan ke dalam surga sekali. Lalu dia ditanya : ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah merasakan kesusahan sebelum ini?’ Maka dia berkata, ‘Tidak, demi Allah ya Rabb! Aku belum pernah merasakan kesusahan sama sekali dan aku tidak pernah melihat kesulitan sama sekali.”(HR. Muslim).
Jawaban dari Istri yang Sabar:
Duhai kakanda yang kucinta karena perhiasan iman dan taqwa,
Mulai hari ini engkau akan dapati diri Adinda akan senantiasa sabar
Duhai kakanda yang kucinta penuhilah permohonan Adinda
Jadilah nahkoda bagi behtera kita
Duhai Kakanda
Istiqomahlah engkau kendalikan kemudi
Bawalah behtera ini berlayar menuju pulau surga yang dinanti
# Puisi ini aku dedikasikan untuk sahabatku orang-orang pinggiran yang miskin harta namun kaya hati
# Semoga tidak ada lagi orang-orang yang menjual keyakinannya hanya demi sekardus mi instan
Wallahu’alam bishawwab

Selasa, 21 Mei 2013

Hitung-hitungan Matematis Orang Cerdas Prioritas: 1 Hari di Akhirat = 1.000 Tahun di Dunia

by: Hari Aji al Jatimi---http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/20/hitung-hitungan-matematis-orang-cerdas-prioritas-1-hari-di-akhirat-1000-tahun-di-dunia-557807.html

Orang jawa mengatakan  “wong urip iku mung mampir ngombe” , yang diartikan “orang hidup itu seperti halnya orang yang sedang mampir untuk minum” ungkapan ini mirip dengan makna ucapan Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam, beliau permah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhary

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara.

Antara orang yang mampir minum dan pengembara memiliki dua kesamaan sifat  yakni suatu pekerjaan yang dilakukan dalam waktu singkat/cepat. Artinya tempo yang dijalani bersifat sementara dan tidak berlangsung lama.

Ungkapan pendek di atas memberikan pelajaran yang luas dan mendalam. Sungguh, manusia yang normal, hatinya tidak akan melekat bergantung kepada sesuatu di negeri yang asing baginya, justru hatinya akan senantiasa terikat dengan negeri asalnya. Sebagus apapun hidup terasing di negeri asing, pasti dia akan tetap berpikir bagaimana kembali kenegeri asalnya, dan memperbaiki kehidupan di negeri yang tidak asing baginya.

Membaca dan mendalami makna ungkapan orang jawa dan lebih-lebih ucapan Nabi yang mulia Rasulullah shallahu;alaihi wasallam saya jadi tertarik menghubungkannya dengan ayat berikut:


Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu." [Al-Hajj ayat 47]

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." [As-Sajdah ayat 5]

Berdasarkan 2 ayat diatas, kita bisa perkirakan perbandingan hari antara dunia dan akhirat dengan hitungan matematika dasar.

1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
1 tahun di dunia = 365 hari
1 hari di akhirat = 365 x 1000 = 365.000 hari

Berarti satu hari di akhirat adalah 365 ribu hari di dunia.

Coba kita misalkan, jika 1 hari akhirat juga ada 24 jam, seperti di dunia.
1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
1 hari = 24 jam
1 jam di akhirat = 1000/24 = 41,7 tahun

maka setiap jam di akhirat adalah sama dengan 41,7 tahun di dunia.

Usia harapan hidup umat nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam adalah kurang lebih 60 tahun.
maka jika kita bandingkan waktu hidup di dunia dengan kehidupan akhirat.
1 jam di akhirat = 41,7 tahun
60 tahun/41,7 tahun = 1,4 jam

maka kita hanya hidup di dunia selama 1,4 jam berdasarkan hitungan akhirat

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu adalah terlebih baik bagi orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" [Al-An’am ayat 32]
Sepenggal coretan menjelang tidur
Wallahu’alam bishowwab

Sabtu, 18 Mei 2013

Bolehkah Menerjemahkan “Keunduran/Kunduran Trek” dengan “Terundur Truk”?

Jepretan di perempatan  Ngemplak, Solo


Berangkat dari sebuah pertanyaan seorang teman yang sengaja bertanya sebuah pertanyaan yang gokills (goblog dan kills ‘membunuh).# eh…ada makna di balik istilah ternyata.

Saat itu teman penulis bertanya mengenai apa sih bahasa Indonesia (terjemahaan) ”kunduran/keunduran trek (dari bahasa Jawa)” ?

Dari pertanyaan teman tersebut penulis merasa tertantang dan merasa berkewajiban menjawab pertanyaan tersebut, walah.. maaf jika penulis sedikit esteh-12 dan sotoy? Walhasil, bukannya memikirkan jawaban dari pertanyaan, penulis malah lupa, karena kesibukannya mengerjakan skripsi (waktu itu). Maaf ya Sob belum bisa jawab!! # eh sok penting pula Si Aji ini..ck..ck..ck

Oh ya…!!! Alhamdulillah!!
Setelah beberapa tahun kemudian, setelah mendaki gunung lewati lembah penulis baru ingat akan janji yang sempat terucap. Saat ini, penulis jadi ingat sebuah peribahasa “janji adalah hutang”, untuk itu (karena takut dosa) maka penulis segera sadar dan berupaya “melunasi hutang jawaban dengan segera”.
# eh…lebay-bay sok alim pula...

Baiklah, langsung saja menuju TKP (Tempat Kejadian Prikitiewww) !!
Sebelum dianalisis dari segi ilmu morfologi (ilmu mengenai pembentukan kata) alangkah baiknya penulis membahas bentukan “keunduran trek” dari sudut pandang ilmu semantik (ilmu tentang makna).

Frase  “keunduran trek” apabila diterjemahkan secara makna kontekstual berarti suatu kejadian seseorang atau sesuatu benda secara tidak sengaja terkena hantaman bagian belakang truk yang berjalan mundur. Artinya peristiwa yang terjadi berjalan secara tidak sengaja dan tidak diinginkan.

Selain kata “keunduran”, ada lagi kata dari bahasa Jawa yang memiliki prefiks sejenis yakni di antaranya kata “kelindes”, “kepanah”, “kesabet”, “keturon”, “kepatil”, “ketujeb”, “kelelep”, “kecelup”, “ketindih” dst.. Semua bentukan prefiks ke- tersebut (dalam bahasa jawa) memiliki makna tidak sengaja. Prefiks ke- dalam bahasa Indonesia pun dapat kita jumpai namun maknanya berbeda dengan prefiks ke- di dalam bahasa Jawa. Prefiks ke- di dalam bahasa Indonesia lebih berfungsi membentuk kata benda (contoh: ketua, kekasih, kehendak) sedangkan di dalam bahasa Jawa berfungsi membentuk kata kerja/verba (bermakna tidak sengaja).

Kembali TKP, alhasil prefiks ke- (yang berarti tidak sengaja) di dalam bahasa Jawa ternyata memiliki saudara kembar yakni prefiks ter- (yang berarti tidak sengaja dalam bahasa Indonesia). Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian penulis. Contoh: “kata kelindes” apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi terlindas. Maknanya tidak sengaja menggilas/lindas sesuatu. Contoh lain: kata “kepanah” apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi-“terpanah”, kata terpanah secara morfologis diturunkan dari verba transitif “memanah-dipanah-terpanah”.

Berdasarkan beberapa dalil yang telah disampaikan, penulis mengambil suatu benang merah. Bahwa terjemahan dari frase “keunduran trek” adalah “terundur truk”. Ke di dalam bahasa Jawa=ter di dalam bahasa Indonesia, analisisnya adalah sebagai berikut terundur diturunkan dari kata undur/mundur-mengundur-terundur.

Demikian sedikit kesotoyan dari penulis yang fakir akan ilmu. Semoga bermanfaat bagi pembaca.
Wallahu’alam

Sumber bacaan:
1. J. S. Badudu. 1977. Pelik Pelik Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia a.k.a KBBI
3. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia


Selasa, 07 Mei 2013

(Fiksi) Sepenggal Kisah Kasih tak Sampai dari Masa ke Masa


Kasih tak sampai….tiga penggal kata penuh misteri yang terus menginspirasi  Novelis, cerpenis, maupun sinias. Ahaiiii apa pula menariknya….ck.ck..ck

Pun di negeri kita Indonesia tercinta, roman macam Siti Nurbaya, Di Bawah Lindungan Ka’bah, merupakan karya-karya fenomenal yang terus dibaca oleh penikmat sastra sepanjang masa. Bahkan pernah dibuat pula versi filemnya, ck..ck..ck

Yang menjadi  pertanyaan, mengapa tema kasih tak sampai begitu disukai pembaca, mengapa pula dari masa ke masa ada saja penikmatnya. Padahal kalau mau jujur saat kita baca kisahnya sepenggal-demi sepenggal toh bukan bahagia berbunga sakura yang dirasa (just opinion), namun justru rasa mengharu biru serta membawang bombay yang  terkondensasi dibenak pembaca. Lhadhala galau effect  nich ck..ck..ck

Sobat, nampaknya tema kasih tak sampai dilihat dari sejarahnya begitu melegenda. Di berbagai tempat dan peradaban di penjuru dunia diwarnai oleh kisah kasih tak sampai, kisah cinta yang tak direstui dengan berbagai alasan. Cinta yang terhijabi oleh keadaan yang memaksa untuk tak dipersatukan.

Dari sejarahnya tema kasih tak sampai begitu fenomenal loh sobat, lihat saja karya sastra macam kisah Pyramus dan Thisbe (mitologi Yunani), Kisah Lalila dan Majenun (dari Irak), Sampek Engtay (dari China), Romeo and Julliet, Paris and Hellen/ Perang Kuda Troya, serta yang fenomenal di negeri kita macam roman Siti Nurbaya, Di Bawah Lindungan Ka’bah….atau yang terbaru he..he…filem “Ungu Violet”, atau drama korea “Autum in my heart”.

Berikut sedikit penulis review kisah-kisah paling fenomenal berdasarkan subjektifitas penulis……

1. Pyramus dan Thisbe
Bersetting di masa pebangunan Menara Babel di negeri Babilonia, kedua insan dari keluarga yang bermusuhan ini tidak mampu menolak hasrat cinta yang timbul antara keduanya. Apa daya, kedua pihak orang tua tidak suka dan berupaya memutuskan jalinan cinta kasih mereka. Hanya sebuah tragedi, yang seharusnya hanyalah karena waktu yang tak tepat, yang bisa menyatukan keduanya di penghujung hidupnya.

2. Laila Majenun
Kisah ini diawali oleh perasaan cinta yang menggila dari seorang pemuda tampan, gagah dan penuh wibawa yang terkenal di kawasan kabilah bani amir, jazirah Arab, bernama Qais. Ia mencintai seorang wanita dari kabilah lain yang tak kalah terkenalnya, seorang wanita yang memiliki cahaya rembulan, ialah Laila. Keluarga yang tidak mengizinkan keduanya bersatu pun membuat Laila merana dan mati merana setelah pernikahan yang tak dinginkannya. Begitu pun Qais menjadi gila karena Laila. Kisah berakhir tragis dengan kematian Qais di pusara Laila. Qais mati dalam keadaan majenun alias gila karena cintanya pada Laila. Yang terkenal dari kisah ini adalah syair-syair  mabuk kepayang Qais (majenun) pada Laila.

3. Sampek Engtay
Engtay adalah seorang gadis muda dari Shangyu, Zhejiang, putri tunggal dari sebuah keluarga kaya. Ia menyamar sebagai seorang laki-laki dan pergi ke Hangzhou untuk belajar. Dalam perjalanannya, ia berkenalan dengan Sampek, yang berasal dari Kuaiji. Mereka memutuskan diri menjadi saudara angkat. Di sekolah Engtay mulai jatuh cinta dengan Sampek.Tiga tahun kemudian, Engtay menerima surat dari ayahnya yang meminta ia agar pulang secepatnya. Sebelum pergi, ia membuka kedoknya pada istri kepala sekolahnya, dan meminta agar ia memberikan sebuah kalung kepada Sampek sebagai hadiah pertunangan. Sampek mengantar Engtay pulang sejauh 18 mil. Dalam perjalanan, Engtay mendapat ide untuk menjodohkan Sampek dengan "adik perempuan"nya. Ia meminta Sampek untuk datang ke rumahnya agar ia dapat diperkenalkan dengan adik tersebut.Ketika Sampek tiba di rumah Engtay, ia akhirnya mengetahui rahasianya. Namun orangtua Engtay memaksanya untuk menikahi orang lain. Sampek sakit hati dan akhirnya meninggal dunia. Pada hari pernikahan Engtay, mereka tidak dapat pergi ke rumah mempelai laki-laki karena terhadang badai di dekat kuburan Sampek. Engtay pergi ke kuburan tersebut dan meminta agar kuburan tersebut terbuka. Tiba-tiba hal ini terjadi dan Engtay meloncat ke dalam kuburan dan bergabung dengan Sampek. 

4. Romeo and Julliet
Romeo dan Julliet adalah tragedi karya William Shakespeare yang ditulis pada awal kariernya. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Romeo dan Julia merupakan salah satu karya Shakespeare yang paling terkenal, dan juga merupakan salah satu karyanya yang paling sering dipentaskan selain Hamlet dan Macbeth.
Romeo dan Juliliet awalnya merupakan roman tragik pada zaman kuno. Cerita Romeo dan Julia dibuat berdasarkan cerita di Italia, yang diubah menjadi sajak dalam “The Tragical History of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke tahun 1562, dan diceritakan kembali dalam bentuk prosa pada “Palace of Pleasure karya William Painter tahun 1582. Shakespeare meminjam ide dari keduanya, tetapi lebih mengembangkan karakter pendukung, terutamaMercutio dan Paris, untuk memperluas jalan cerita. Ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, Romeo dan Julia pertama kali dipentaskan tahun 1597.

5. Paris dan Helen
Paris dari Troya mencintai Helen, yang adalah permaisuri dari Raja Sparta. Kecantikannya membuat ia alpa dan nekat “menculik” Helen ke Troya. Keduanya memang saling jatuh cinta, tapi apa daya ikatan itu memang tak seharusnya ada. Takdir besar pun terjadi berawal dari kisah keduanya, sebuah perang besar kolosal yang mengoyak dan akhirnya meruntuhkan kejayaanSparta. Karena wanita, runtuhlah sebuah kerajaan raksasa. Karena wanita pula, muncul cerita kolosal tentang Perang Troya dan Taktik Kuda Troya nan legendaris itu.


6. Siti Nurbaya
Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai (sering disingkat Sitti Nurbaya atau Siti Nurbaya; Ejaan Republik Sitti Noerbaja) adalah sebuah novel Indonesia yang ditulis oleh Marah Rusli. Novel ini diterbitkan oleh Balai Pustaka, penerbit nasional negeri Hindia Belanda, pada tahun 1922. Penulisnya dipengaruhi oleh perselisihan antara kebudayaan Minangkabau dari Sumatera bagian barat dan penjajah Belanda, yang sudah menguasai Indonesia sejak abad ke-17. Pengaruh lain barangkali pengalaman buruk Rusli dengan keluarganya; setelah memilih perempuan Sundauntuk menjadi istrinya, keluarganya menyuruh Rusli kembali ke Padang dan menikah dengan perempuan Minang yang dipilihkan.
Sitti Nurbaya menceritakan cinta remaja antara Samsulbahri dan Sitti Nurbaya, yang hendak menjalin cinta tetapi terpisah ketika Samsu dipaksa pergi ke Batavia. Belum lama kemudian, Nurbaya menawarkan diri untuk menikah dengan Datuk Meringgih (yang kaya tapi kasar) sebagai cara untuk ayahnya hidup bebas dari utang; Nurbaya kemudian dibunuh oleh Meringgih. Pada akhir cerita Samsu, yang menjadi anggota tentara kolonial Belanda, membunuh Meringgih dalam suatu revolusi lalu meninggal akibat lukanya.
Ditulis dalam bahasa Melayu yang baku dan termasuk teknik penceritaan tradisional seperti pantun, novel Sitti Nurbaya menyinggung temakolonialisme, kawin paksa, dan kemodernan. Novel yang disambut baik pada saat penerbitan pertamanya ini sampai sekarang masih dipelajari diSMA-SMA se-Nusantara.

7. Di Bawah Lindungan Ka'bah 
Adalah novel sekaligus karya sastra klasik Indonesia yang ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau lebih dikenal dengan Hamka. Novel ini diterbitkan pada tahun 1938 oleh Balai Pustaka, penerbit nasional Hindia-Belanda.
Novel ini menceritakan tentang kisah percintaan antara Hamid dan Zainab, yang sama-sama jatuh cinta tetapi terpisah mulai dari karena perbedaanlatar belakang sosial hingga Zainab yang dihadapkan oleh permintaan ibunya agar menikah dengan laki-laki yang telah dipilihkan. Pada akhir cerita, Hamid memutuskan pergi ke Mekkah, kemudian terus beribadah hingga akhirnya meninggal di hadapan Ka'bah setelah mengetahui Zainab meninggal.
Novel ini disambut baik dari berbagai kalangan, bahkan hingga saat ini telah diadaptasikan menjadi film sebanyak dua kali, masing-masing dengan judul yang sama yaitu pada tahun 1981 dan 2011.

8. Ungu Violet (Film dan Novel)
Lando (Ricky Hanggono) adalah seorang fotografer yang baru saja ditinggal tunangannya. Dalam kegalauannya itu, dia bertemu dengan seorang gadis penjaga tiket Busway bernama Kalin (Dian Sastrowardoyo). Lando pun kembali menemukan gairah hidupnya. Tapi hal ini tidak berlangsung lama, karena tanpa alasan yang jelas Lando meninggalkan Kalin begitu saja, yang membuat Kalin marah dan sakit hati.
Waktu terus berlalu, Lando yang tetap dengan kegalauannya mendapatkan Kalin sekarang telah menjadi seorang pesohor, dan melihat kehadiran Kalin di mana-mana.
Muncul kerinduan dan keinginan untuk menemui Kalin kembali dan menjelaskan alasannya pergi dahulu. Akhirnya kesempatan itu diperolehnya; dia berhasil menemui Kalin, tapi lagi-lagi pertemuan ini berakhir dengan tragis karena Kalin mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia menjadi buta. Walaupun kemudian Kalin mendapatkan donor untuk kornea matanya yang membuat dia bisa melihat kembali, tetapi dia tidak melihat kehadiran Lando yang sebenarnya sangat dia cintai.

9. Autum in My Heart
Autumn in My Heart , juga dikenal dengan Autumn Fairy Tale atau Autumn Tale) adalah drama televisi percintaan Korea Selatan tahun 2000, dibintangi oleh Song Seung-heon, Song Hye-kyo dan Won Bin. Drama ini ditayangkan di Korean Broadcasting System (KBS) dari tanggal 18 September sampai 7 November 2000 pada hari Senin dan Selasa pukul 21:55 dan memiliki 16 episode.
Drama ini adalah seri pertama dari kuadrilogi Endless Love, yang diikuti oleh Winter Sonata (2002), Summer Scent (2003) dan Spring Waltz (2006)
Cerita dimulai dengan seorang balita bernama Yoon Joon-suh yang menyebabkan bertukarnya adiknya dan bayi lain ketika ia menjatuhkan tag nama pada dua boks bayi di kamar bayi rumah sakit. Seorang perawat yang kemudian datang menaruh kembali tag nama tersebut secara keliru. Cerita kemudian beralih pada tahun-tahun remaja dari dua karakter utama: Yoon Joon-suh (Choi Woo-hyuk) dan Yoon Eun-suh (Moon Geun-young).
Singkat cerita : Yoon Eun-suh (Moon Geun-young) Yoon Joon-suh (Choi Woo-hyuk) kakak beradik yang tak memiliki hubungan darah saling mencinta. Masa lalu yang pernah bersaudara berubah menjadi cinta. Cinta yang tak direstui keluarga. Cinta yang di akhir cerita berakhir dramatis mengharu biru dengan kematian Yoon Eun-suh di hadapan Yoon Joon-suh.
-----------------------------------------------‘’------------------------------------------------------------
Kesembilan kisah di atas hanyalah sekeping kisah dari seutuh rangkaian sejarah kesusatraan dunia. Entah itu beranjak dari kisah nyata atau fiksi, yang jelas ada saja dari setiap masa  inspirasi yang digali dari tiga penggal kata misterius-- 1kasih –2tak-- 3sampai.  

Mengulang pertanyaan di awal  mengapa tema kasih tak sampai begitu disukai pembaca, mengapa pula dari masa ke masa ada saja penikmatnya? Padahal kalau mau jujur saat kita baca kisahnya sepenggal-demi sepenggal toh bukan bahagia berbunga sakura yang dirasa (just opinion), namun justru rasa sedih mengharu biru serta membawang Bombay yang  terkondensasi dibenak pembaca.

So, dari pada galau melihat atau membaca hal-hal kurang berfaidah, lebih baik gunakanlah waktu kalian untuk membaca ayat suci Al Qur'an, selain berpahala di dalamnya terdapat cerita-cerita yang dapat dijadikan sebagai ibrah/pelajaran.


 berikut Cara cepat Move On


Kamis, 11 April 2013

Buku Ini Aku Pinjam

 Cerpen  (Love Story )
By: Hari Aji al Jatimi
1359476720799111158
sumber gambarucbacabuku.wordpress.com

Cucuran derai-derai  air bercampur debu mengiringi kedatanganku di kota bengawan. Begitu keluar kereta sambutan meriah, tampak bersorak-sorai di ikuti hujan di bulan Juni yang tampak begitu hebat.

“Mas mau kemana”, “jauh atau deket”, sekitar sepuluh abang becak dan driver taksi berebut mengerumuni, “mboten pak dah ada yang jemput kok” begitu tukasku untuk meminta mereka pergi
Dan sekarang  pun waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB

“Alhamdulillah, sampai juga di ujung gerbang stasiun Balapan”

Sembari menunggu jemputan, kusempatkan sholat  sembari merilekskan  badan yang pegal. Alhamdulillah. Keluar dari masjid, badan terasa segar, pikiran pun lebih nyaman dari sebelumnya. Dan tiba..tiba tampak seklebat makhluk menyapa…..

“Assalamu’alaikum, mas broo…, masih ingat aku ndak”

Sesosok lelaki berperawakan tinggi menjulang tampak setengah berteriak.

“Wa’alaikumusallam, hemmmm , siapa ya……?”

“Wis piye to mas broo mosok ambek bolo dewe lali”

Berpikir sebentar, tiba-tiba teringat kejadian delapan tahun  yang lalu saat tubuh tak berdaya ini dipukuli. Lima orang preman bersragam SMA. Dan sesosok lelaki heroic yang di hadapanku inilah yang menolong dengan tanpa aling-aling rasa takut. Dialah “Dede kawanku”, yang kebetulan juga ketua ROHIS SMA-ku. Sosoknya memang sudah jauh berbeda, mata sipit, jambang lebat dengan peci madinah tampak menghiasi bentuk kepalanya.

“Oalah kowe to De. Pangling aku,……dah lama juga  ya, sejak kejadian itu” hemmmm!!

“Ah masih ingat saja kau broo, padahal kejadian itu kan sudah lama sekali….aku pun dah lama melupakan”
“Denger dari siapa Ded?”

“Ane denger dari si Joko tuh, temen kita yang sekarang punya usaha batik di KebakKeramat……”

“Dari dia toh…emang sih ane sempat kerja di JAKARTA selepas lulus kuliah dua tahun lalu, tapi….(sempat berpikir)…mmm, ah malas ane ngomong masalah pekerjaan….he..he

“Lha ente ngapain kok bias sampek Solo, bukannya nemuin ortu dulu di Ngawi”?

“Ndak kok, kebetulan aja, ane mau alih profesi broo….ane ingin wirausaha broo, kebetulan si Joko ngajak ane usaha batik, batik produksinya.”

“Iya sih terakhir ketemu si Joko ane kagum broo, baru merintis usaha…keliatannya prospeknya MasyaAllah, “cetar progress”

“Iya ane dengar juga seperti itu, makanya ane bela-belain datang ke Solo Broo”

“Broo Abi, ente dah nikah toh….?”

Sambil tersipu-sipu, senyum mengembang, layaknya adonan kue habis dikasih fermipan

“Ane,…ane…hi..hi..hi…belum nikah broo”

“Nunggu apalagi ente, Bi..Abi”?

Sejenak muncul dalam benak ane, selayang pandang masa kelam goresan masa silam, klasik dan penuh intrik. Mereka-mereka para kaum hawa yang hanya memandang seorang calon pendamping hidup dari sisi  dunia. Harta, tahta…ah apalah….., yang aku tak miliki kesemuanya itu. Beberapa dari mereka yang pernah aku kenal, dan dikenalkan, semuanya sama. Aku sempat berpikir semua kaum hawa matrealistis.

“Heh..heh…ditanya malah ngelamun, mikir apalagi ente Bi..Abi…?”

“Maaf tadi ente nanya apa ya?”Clingak-clinguk ane kagak sadar, apa yang diomongin sohib ane si Dede.

“Allahumusta’an….sadar Bi….jangan ngelamun terus ente?, mikir apa sich?”

“Ndak kok Ded ane cumin mikir pertanyaan ente tadi, nikah…..”

“Mau ente ane kenalin seseorang Sob…?”

“Hmmmmm”

“Heh…ditanya malah ndlongob”

“Siiip, siap…..mau-mau…..”

“Emang siapa sih Ded”

Bener-benar rasa penasaran menyeruak menghujam segumpal darah yang bersemayam di dalam dada.
“Ada deh…., gini aja ane minta nomor ente, nanti ane hubungi, dan maaf ane mau izin dulu ada janji dengan seseorang”

“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumussalam”

Beberapa menit kemudian mobil jemputan teman datang, dan akupun di antar menuju tempat kos yang telah ia persiapkan sebelumnya.

Dua hari sudah sejak bertemu dengan Dede shohibku itu, rasa penasaran menyeruak…dan hampir-hampir jiwa ini menggalau risau memandang tembok yang seolah berbicara.

Dan tiba-tiba tepat pukul tujuh pagi,“Kring-kring” suara telepon berdering…kudengar kabar dari sohibku Dedi bahwa ane disuruh menemuinya di rumah hijau jalan kapten Mulyadi, No 55 G, Pasar Kliwon.

“Assalamu’alaikum”

Kuketuk pintu sampai tiga kali, dan muncullah sohibku Dede.

“Wa’alaikumussalam, masuk broo”

Lama-sekali perbincangan kami, hal yang biasa sampai yang luar biasa kami obrolkan sampai tibalah pada satu pemungkas obrolan.

“Broo Abi, nanti mau ya tak ajak nazhor/ta’aruf dengan seseorang”

“Siapa broo?”

“Ada deh, yang jelas dia adik dari istriku, alias adik iparku”

“Siaap Sob,…..!!"

Dan ane pun diantar si Dede menuju rumah mertuanya, yang juga rumah calon perempuan yang akan dikenalkan padaku. Sesampai di sana ane dipertemukan dengan bapak si perempuan yang dijodohkan dengan ane sekaligus dengan si perempuan.

“Subhanallah, perempuan ini berniqob” Batin ane
Setelah beberapa saat memperkenalkan diri, diringi pula dengan perkenalan dari pihak perempuan. Dan perempuan di hadapan ane ternyata "berniqob".

“Sebelumnya perkenalkan nama saya Khalila Indah”

Subhanallah, mendengar nama itu muncul sebuah bayangan masa silam. Rupa-rupanya dia adalah seseorang yang dulu pernah membayangi qolbu ini semasa masih bersragam putih abu-abu. Hanya saja waktu itu karena adanya perbedaan pemikiran yang sangat jauh maka aku hanya bisa menyimpan dalam hati. Kejadian waktu itu..benar-benar membekas selayak kisah klasik untuk masa depan.
Namanya Khalilla Indah, nama yang tak asing bagi ane. Dialah sosok yang banyak dibicarakan seisi kelas waktu itu, berbeda dengan ane yang waktu itu hanya seorang pria lugu yang kebetulan menjadi aktivis ROHIS.

Ane dengan Khalilla walaupun sekelas namun jarang berbicara, kecuali pada saat-saat ada tugas kelompok saja.

Yang ane ingat saat itu, sikap dan pemikiran kami jauh berbeda. Jika ane berprinsip mengaharamkan bersalaman dan ghudul bashor terhadap lawan jenis yang bukan mahram, maka berbeda dengan Si Khalila, dia secara kebiasaan sudah terbiasa bergaul dan beberapa kawan termasuk kawan pria.
Khalilla kawanku yang satu ini merupakan sosok pribadi yang menyenangkan serta murah senyum. Pun begitu pula dengan saat berbicara denganku. Dia selalu bersikap ramah. Dan sempat suatu ketika dia mengajak ane bersalaman namun ane tolak, eh malah dia memaksa, walaupun telah kujelaskan dalil-dalil dari kitab suci. Sempat pula saat itu aku ungkapkan sepatah kalimat”maaf engkau belum halal kusentuh, sekali lagi maaf”

Selain kejadian itu ada lagi satu hal yang masih ane kenang hingga kini, yakni janji untuk mengembalikan buku yang pernah ane pinjam.

Bahkan sempat terucap pula janji “Khalil, buku ini tak kenbaliin besok ya, setelah libur semesteran”
Sebelum sempat aku kembalikan buku itu, terdengar kabar bahwa si Khalilla mengajukan surat berpindah sekolah.  Kabarnya dia ikut ayahnya pindah dinas ke Palu Sulawesi Tengah.
--------------------------------------------
Dan hari ini siapa sangka aku dapat mendengar nama itu menyeruak di telinga.
Dan siapa sangka pula nama itu ku dengar lagi di kota ini.

“Di dampingi si ayah, gadis di hadapanku itu membuka niqabnya”

Dan ternyata benar saja ternyata wajah itu seperti wajah yang dulu pernah ku kenal delapan tahun yang lalu.

“Masyaallah, Khalilla Indah, ternyata Allah mempertemukan kita dengan…skenario yang subhanallah luar biasa”

“Ya benar Mas Abi, aku Khalila Indah yang dulu pernah kau kenal. Khalilla indah yang dulu pernah memaksa mas abi bersalaman, meskipun mas abi menolak dengan keras, maaf.”

“He..he…masih ingat to peristiwa delapan tahun yang lalu”

“Masih mas”

Obrolan sepantasnya pun terjadi di antara kami, walaupun tak banyak, sebab kami dulu pernah saling mengenal. Sampai pada momen yang paling mendebarkan……

“Oh ya jika kamu bersedia InsyaAllah dalam waktu dekat, aku akan melamarmu, bagaimana? insyaAllah. Barakallahufiikum kita akan adakan tenggat tunggu untuk berpikir satu minggu, bagaimana?”

“Ngapain nunggu lama-lama mas, aku sudah mendengar dari mas Dede bagaimana keseharian Mas Abi, akhlak Mas Abi, aku pikir engkau adalah sosok yang daat menjadi imam yang baik ….Dan insyaAllah, diri ini akan lapang menerima dirimu”

“Benarkah”

“Baiklah InsyaAllah dalam waktu dekat ini aku akan mengajak keluargaku untuk melamarmu, sekaligus satu hal yang ingin aku sampaikan”

“Izinkan aku mengembalikan buku yang pernah kupinjam delapan tahun yang lalu beserta buku nikah dari KUA.”

“MasyaAllah, buku itu…lama aku mencari, aku lupa kalau ternyata mas Abi yang dulu pernah meminjamnya”

“Ya benar, dan ini sekaligus tanda permintaan maafku atas kelalaianku selama ini”
BUKU INI AKU PINJAM DAN AKAN KU KEMBALIKAN BESOK----- KETIKA AKAD NIKAH KITA



Selasa, 09 April 2013

Hujan-hujan Tetap Nyaman : “Tips Berkendara Roda Dua di Kala Hujan Tiba “


Oleh: Hari Aji Rahmat P. a.k.a  Hari Aji al Jatimi

Menjadi pengendara yang baik, mungkin itu suatu tuntutan. Namun, meskipun Anda telah menjadi pengendara yang baik, toh orang lain pun bisa jadi salah satu penyebab tak bermanfaatnya slogan yang Anda dengung-dengungkan. Walaupun demikian saya yakin kalau semua orang pasti setuju, jika keselamatan itu hal yang pertama dan utama dalam berkendara.
Oke menyambung judul “Tips Berkendara di Kala Hujan Tiba”, sedikit saya akan menguraikan pengalaman pribadi bagaimana tips-tips berkendara dengan aman dan nyaman.
Jika mendengar kata aman dan nyaman maka muncul dalam benak, tentang suatu keadaan di mana munculnya perasaan yang bebas dari rasa takut dan was-was serta kekhawatiran terhadap suatu hal. Jika dihubungkan dengan judul, maka dapat diambil kesimpulan umum: bagaimana cara menciptakan  kondisi berkendara dengan rasa nyaman dan bebas dari was-was (disaat kondisi hujan).

Berikut tips-tip berkendara yang nyaman di saat hujan melanda
Tips-tips secara umum dapat dibagi menjadi tiga bagian:

*Persiapan dari diri pengendara :
1. Awali dengan doa yang khusu’, dengan mengawali suatu perbuatan dengan doa diharapkan akan turun barokah ketenangan dalam jiwa, dan saya yakin semua sepakat dengan hal ini.
2. Baluri beberapa tubuh Anda dengan minyak angin terutama pada bagian perut dan sedikit pada bagian bawah hidung. Hal ini bermanfaat untuk sedikit menghangatkan tubuh Anda dan memperlancar penapasan (sebab seringkali hidung akan berlendir ketika kondisi dingin)
3. Bagi pengendara sepeda motor pastikan Anda membawa jas hujan model pakaian+celana. Dan Pastikan jangan sekali-kali Anda mencoba menggunakan jas hujan model batman. Sebab berdasarkan pengalaman beberapa teman, mereka pernah mengalami kecelakaan dikarenakan jas hujan (model batman) mereka masuk ke dalam jeruji. Maka dari sini saya menyarankan jangan gunakan model jas ini.
4. Lindungi tas Anda dengan bag cover,pastikan pilih bag cover yang sesuai dengan jenis tas Anda
5. Matikan ponsel Anda, hal ini untuk melindungi Anda dari kemungkinan terkena kilatan petir.
6. Gunakan helm yang nyaman dan pas dengan bentuk kepala Anda, dan pastikan pula telah ber-SNI.
7. Gunakan alas kaki yang nyaman dan bebas dari slip

**Persiapan fisik kendaraan:
1. Cek kondisi rem (di saat kondisi hujan kemungkinan besar Anda akan sering menggunakan rem),
2. Cek juga kondisi ban (pastikan alur permukaan ban masih layak) jika terlihat kondisi ban sudah tak layak maka kemungkinan Anda tergelincir akan semakin besar
3. Cek kondisi lampu kendaraan Anda, sebab di kala hujan pandangan mata akan terbatas dan cahaya lampu kendaraan akan sangat membantu pengendara lain untuk mengenali kendaraan Anda.

***Persiapan pengenalan medan
1. Pastikan Anda telah mengetahui medan yang akan dilalui (hafal kondisi jalan, lubang, daerah rawan pohon tumbang dst) dan kalaupun Anda belum mengenal medan pastikan Anda telah mencari tahu entah dari teman atau dari info selainnya.
2. Jika kondisi tidak memungkinkan (misal hujan disertai angin ribut) maka hentikan aktivitas Anda sebentar dan pastikan keadaan lebih kondusif.
3. Ketika hendak menyalip perkirakan kondisi pandangan mata tidak terhalang, dan perkirakan pula kemungkinan-kemungkinan lubang-lubang di aspal jalanan (seringkali lubang mampu menjungkalkan pengendara motor yang hendak menyalip)
4.Patuhi rambu-rambu lalu-lintas: seringkali saya pengendara mengabaikan hal ini, mereka beranggapan jika dalam keadaan terpaksa (baca:karena hujan) rambu dapat dilanggar. Anggapan semacam ini jelas salah, sebab jikalau semua berpemikiran macam ini maka akan semakin kacau keadaan.
Sobat mungkin sedikit ini yang dapat saya share, jaga diri Anda dengan doa dan usaha, trims atas kunjungannya semoga bermanfaat.
Surakarta, 9 April 2013