Kamis, 11 April 2013

Buku Ini Aku Pinjam

 Cerpen  (Love Story )
By: Hari Aji al Jatimi
1359476720799111158
sumber gambarucbacabuku.wordpress.com

Cucuran derai-derai  air bercampur debu mengiringi kedatanganku di kota bengawan. Begitu keluar kereta sambutan meriah, tampak bersorak-sorai di ikuti hujan di bulan Juni yang tampak begitu hebat.

“Mas mau kemana”, “jauh atau deket”, sekitar sepuluh abang becak dan driver taksi berebut mengerumuni, “mboten pak dah ada yang jemput kok” begitu tukasku untuk meminta mereka pergi
Dan sekarang  pun waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB

“Alhamdulillah, sampai juga di ujung gerbang stasiun Balapan”

Sembari menunggu jemputan, kusempatkan sholat  sembari merilekskan  badan yang pegal. Alhamdulillah. Keluar dari masjid, badan terasa segar, pikiran pun lebih nyaman dari sebelumnya. Dan tiba..tiba tampak seklebat makhluk menyapa…..

“Assalamu’alaikum, mas broo…, masih ingat aku ndak”

Sesosok lelaki berperawakan tinggi menjulang tampak setengah berteriak.

“Wa’alaikumusallam, hemmmm , siapa ya……?”

“Wis piye to mas broo mosok ambek bolo dewe lali”

Berpikir sebentar, tiba-tiba teringat kejadian delapan tahun  yang lalu saat tubuh tak berdaya ini dipukuli. Lima orang preman bersragam SMA. Dan sesosok lelaki heroic yang di hadapanku inilah yang menolong dengan tanpa aling-aling rasa takut. Dialah “Dede kawanku”, yang kebetulan juga ketua ROHIS SMA-ku. Sosoknya memang sudah jauh berbeda, mata sipit, jambang lebat dengan peci madinah tampak menghiasi bentuk kepalanya.

“Oalah kowe to De. Pangling aku,……dah lama juga  ya, sejak kejadian itu” hemmmm!!

“Ah masih ingat saja kau broo, padahal kejadian itu kan sudah lama sekali….aku pun dah lama melupakan”
“Denger dari siapa Ded?”

“Ane denger dari si Joko tuh, temen kita yang sekarang punya usaha batik di KebakKeramat……”

“Dari dia toh…emang sih ane sempat kerja di JAKARTA selepas lulus kuliah dua tahun lalu, tapi….(sempat berpikir)…mmm, ah malas ane ngomong masalah pekerjaan….he..he

“Lha ente ngapain kok bias sampek Solo, bukannya nemuin ortu dulu di Ngawi”?

“Ndak kok, kebetulan aja, ane mau alih profesi broo….ane ingin wirausaha broo, kebetulan si Joko ngajak ane usaha batik, batik produksinya.”

“Iya sih terakhir ketemu si Joko ane kagum broo, baru merintis usaha…keliatannya prospeknya MasyaAllah, “cetar progress”

“Iya ane dengar juga seperti itu, makanya ane bela-belain datang ke Solo Broo”

“Broo Abi, ente dah nikah toh….?”

Sambil tersipu-sipu, senyum mengembang, layaknya adonan kue habis dikasih fermipan

“Ane,…ane…hi..hi..hi…belum nikah broo”

“Nunggu apalagi ente, Bi..Abi”?

Sejenak muncul dalam benak ane, selayang pandang masa kelam goresan masa silam, klasik dan penuh intrik. Mereka-mereka para kaum hawa yang hanya memandang seorang calon pendamping hidup dari sisi  dunia. Harta, tahta…ah apalah….., yang aku tak miliki kesemuanya itu. Beberapa dari mereka yang pernah aku kenal, dan dikenalkan, semuanya sama. Aku sempat berpikir semua kaum hawa matrealistis.

“Heh..heh…ditanya malah ngelamun, mikir apalagi ente Bi..Abi…?”

“Maaf tadi ente nanya apa ya?”Clingak-clinguk ane kagak sadar, apa yang diomongin sohib ane si Dede.

“Allahumusta’an….sadar Bi….jangan ngelamun terus ente?, mikir apa sich?”

“Ndak kok Ded ane cumin mikir pertanyaan ente tadi, nikah…..”

“Mau ente ane kenalin seseorang Sob…?”

“Hmmmmm”

“Heh…ditanya malah ndlongob”

“Siiip, siap…..mau-mau…..”

“Emang siapa sih Ded”

Bener-benar rasa penasaran menyeruak menghujam segumpal darah yang bersemayam di dalam dada.
“Ada deh…., gini aja ane minta nomor ente, nanti ane hubungi, dan maaf ane mau izin dulu ada janji dengan seseorang”

“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumussalam”

Beberapa menit kemudian mobil jemputan teman datang, dan akupun di antar menuju tempat kos yang telah ia persiapkan sebelumnya.

Dua hari sudah sejak bertemu dengan Dede shohibku itu, rasa penasaran menyeruak…dan hampir-hampir jiwa ini menggalau risau memandang tembok yang seolah berbicara.

Dan tiba-tiba tepat pukul tujuh pagi,“Kring-kring” suara telepon berdering…kudengar kabar dari sohibku Dedi bahwa ane disuruh menemuinya di rumah hijau jalan kapten Mulyadi, No 55 G, Pasar Kliwon.

“Assalamu’alaikum”

Kuketuk pintu sampai tiga kali, dan muncullah sohibku Dede.

“Wa’alaikumussalam, masuk broo”

Lama-sekali perbincangan kami, hal yang biasa sampai yang luar biasa kami obrolkan sampai tibalah pada satu pemungkas obrolan.

“Broo Abi, nanti mau ya tak ajak nazhor/ta’aruf dengan seseorang”

“Siapa broo?”

“Ada deh, yang jelas dia adik dari istriku, alias adik iparku”

“Siaap Sob,…..!!"

Dan ane pun diantar si Dede menuju rumah mertuanya, yang juga rumah calon perempuan yang akan dikenalkan padaku. Sesampai di sana ane dipertemukan dengan bapak si perempuan yang dijodohkan dengan ane sekaligus dengan si perempuan.

“Subhanallah, perempuan ini berniqob” Batin ane
Setelah beberapa saat memperkenalkan diri, diringi pula dengan perkenalan dari pihak perempuan. Dan perempuan di hadapan ane ternyata "berniqob".

“Sebelumnya perkenalkan nama saya Khalila Indah”

Subhanallah, mendengar nama itu muncul sebuah bayangan masa silam. Rupa-rupanya dia adalah seseorang yang dulu pernah membayangi qolbu ini semasa masih bersragam putih abu-abu. Hanya saja waktu itu karena adanya perbedaan pemikiran yang sangat jauh maka aku hanya bisa menyimpan dalam hati. Kejadian waktu itu..benar-benar membekas selayak kisah klasik untuk masa depan.
Namanya Khalilla Indah, nama yang tak asing bagi ane. Dialah sosok yang banyak dibicarakan seisi kelas waktu itu, berbeda dengan ane yang waktu itu hanya seorang pria lugu yang kebetulan menjadi aktivis ROHIS.

Ane dengan Khalilla walaupun sekelas namun jarang berbicara, kecuali pada saat-saat ada tugas kelompok saja.

Yang ane ingat saat itu, sikap dan pemikiran kami jauh berbeda. Jika ane berprinsip mengaharamkan bersalaman dan ghudul bashor terhadap lawan jenis yang bukan mahram, maka berbeda dengan Si Khalila, dia secara kebiasaan sudah terbiasa bergaul dan beberapa kawan termasuk kawan pria.
Khalilla kawanku yang satu ini merupakan sosok pribadi yang menyenangkan serta murah senyum. Pun begitu pula dengan saat berbicara denganku. Dia selalu bersikap ramah. Dan sempat suatu ketika dia mengajak ane bersalaman namun ane tolak, eh malah dia memaksa, walaupun telah kujelaskan dalil-dalil dari kitab suci. Sempat pula saat itu aku ungkapkan sepatah kalimat”maaf engkau belum halal kusentuh, sekali lagi maaf”

Selain kejadian itu ada lagi satu hal yang masih ane kenang hingga kini, yakni janji untuk mengembalikan buku yang pernah ane pinjam.

Bahkan sempat terucap pula janji “Khalil, buku ini tak kenbaliin besok ya, setelah libur semesteran”
Sebelum sempat aku kembalikan buku itu, terdengar kabar bahwa si Khalilla mengajukan surat berpindah sekolah.  Kabarnya dia ikut ayahnya pindah dinas ke Palu Sulawesi Tengah.
--------------------------------------------
Dan hari ini siapa sangka aku dapat mendengar nama itu menyeruak di telinga.
Dan siapa sangka pula nama itu ku dengar lagi di kota ini.

“Di dampingi si ayah, gadis di hadapanku itu membuka niqabnya”

Dan ternyata benar saja ternyata wajah itu seperti wajah yang dulu pernah ku kenal delapan tahun yang lalu.

“Masyaallah, Khalilla Indah, ternyata Allah mempertemukan kita dengan…skenario yang subhanallah luar biasa”

“Ya benar Mas Abi, aku Khalila Indah yang dulu pernah kau kenal. Khalilla indah yang dulu pernah memaksa mas abi bersalaman, meskipun mas abi menolak dengan keras, maaf.”

“He..he…masih ingat to peristiwa delapan tahun yang lalu”

“Masih mas”

Obrolan sepantasnya pun terjadi di antara kami, walaupun tak banyak, sebab kami dulu pernah saling mengenal. Sampai pada momen yang paling mendebarkan……

“Oh ya jika kamu bersedia InsyaAllah dalam waktu dekat, aku akan melamarmu, bagaimana? insyaAllah. Barakallahufiikum kita akan adakan tenggat tunggu untuk berpikir satu minggu, bagaimana?”

“Ngapain nunggu lama-lama mas, aku sudah mendengar dari mas Dede bagaimana keseharian Mas Abi, akhlak Mas Abi, aku pikir engkau adalah sosok yang daat menjadi imam yang baik ….Dan insyaAllah, diri ini akan lapang menerima dirimu”

“Benarkah”

“Baiklah InsyaAllah dalam waktu dekat ini aku akan mengajak keluargaku untuk melamarmu, sekaligus satu hal yang ingin aku sampaikan”

“Izinkan aku mengembalikan buku yang pernah kupinjam delapan tahun yang lalu beserta buku nikah dari KUA.”

“MasyaAllah, buku itu…lama aku mencari, aku lupa kalau ternyata mas Abi yang dulu pernah meminjamnya”

“Ya benar, dan ini sekaligus tanda permintaan maafku atas kelalaianku selama ini”
BUKU INI AKU PINJAM DAN AKAN KU KEMBALIKAN BESOK----- KETIKA AKAD NIKAH KITA



Selasa, 09 April 2013

Hujan-hujan Tetap Nyaman : “Tips Berkendara Roda Dua di Kala Hujan Tiba “


Oleh: Hari Aji Rahmat P. a.k.a  Hari Aji al Jatimi

Menjadi pengendara yang baik, mungkin itu suatu tuntutan. Namun, meskipun Anda telah menjadi pengendara yang baik, toh orang lain pun bisa jadi salah satu penyebab tak bermanfaatnya slogan yang Anda dengung-dengungkan. Walaupun demikian saya yakin kalau semua orang pasti setuju, jika keselamatan itu hal yang pertama dan utama dalam berkendara.
Oke menyambung judul “Tips Berkendara di Kala Hujan Tiba”, sedikit saya akan menguraikan pengalaman pribadi bagaimana tips-tips berkendara dengan aman dan nyaman.
Jika mendengar kata aman dan nyaman maka muncul dalam benak, tentang suatu keadaan di mana munculnya perasaan yang bebas dari rasa takut dan was-was serta kekhawatiran terhadap suatu hal. Jika dihubungkan dengan judul, maka dapat diambil kesimpulan umum: bagaimana cara menciptakan  kondisi berkendara dengan rasa nyaman dan bebas dari was-was (disaat kondisi hujan).

Berikut tips-tip berkendara yang nyaman di saat hujan melanda
Tips-tips secara umum dapat dibagi menjadi tiga bagian:

*Persiapan dari diri pengendara :
1. Awali dengan doa yang khusu’, dengan mengawali suatu perbuatan dengan doa diharapkan akan turun barokah ketenangan dalam jiwa, dan saya yakin semua sepakat dengan hal ini.
2. Baluri beberapa tubuh Anda dengan minyak angin terutama pada bagian perut dan sedikit pada bagian bawah hidung. Hal ini bermanfaat untuk sedikit menghangatkan tubuh Anda dan memperlancar penapasan (sebab seringkali hidung akan berlendir ketika kondisi dingin)
3. Bagi pengendara sepeda motor pastikan Anda membawa jas hujan model pakaian+celana. Dan Pastikan jangan sekali-kali Anda mencoba menggunakan jas hujan model batman. Sebab berdasarkan pengalaman beberapa teman, mereka pernah mengalami kecelakaan dikarenakan jas hujan (model batman) mereka masuk ke dalam jeruji. Maka dari sini saya menyarankan jangan gunakan model jas ini.
4. Lindungi tas Anda dengan bag cover,pastikan pilih bag cover yang sesuai dengan jenis tas Anda
5. Matikan ponsel Anda, hal ini untuk melindungi Anda dari kemungkinan terkena kilatan petir.
6. Gunakan helm yang nyaman dan pas dengan bentuk kepala Anda, dan pastikan pula telah ber-SNI.
7. Gunakan alas kaki yang nyaman dan bebas dari slip

**Persiapan fisik kendaraan:
1. Cek kondisi rem (di saat kondisi hujan kemungkinan besar Anda akan sering menggunakan rem),
2. Cek juga kondisi ban (pastikan alur permukaan ban masih layak) jika terlihat kondisi ban sudah tak layak maka kemungkinan Anda tergelincir akan semakin besar
3. Cek kondisi lampu kendaraan Anda, sebab di kala hujan pandangan mata akan terbatas dan cahaya lampu kendaraan akan sangat membantu pengendara lain untuk mengenali kendaraan Anda.

***Persiapan pengenalan medan
1. Pastikan Anda telah mengetahui medan yang akan dilalui (hafal kondisi jalan, lubang, daerah rawan pohon tumbang dst) dan kalaupun Anda belum mengenal medan pastikan Anda telah mencari tahu entah dari teman atau dari info selainnya.
2. Jika kondisi tidak memungkinkan (misal hujan disertai angin ribut) maka hentikan aktivitas Anda sebentar dan pastikan keadaan lebih kondusif.
3. Ketika hendak menyalip perkirakan kondisi pandangan mata tidak terhalang, dan perkirakan pula kemungkinan-kemungkinan lubang-lubang di aspal jalanan (seringkali lubang mampu menjungkalkan pengendara motor yang hendak menyalip)
4.Patuhi rambu-rambu lalu-lintas: seringkali saya pengendara mengabaikan hal ini, mereka beranggapan jika dalam keadaan terpaksa (baca:karena hujan) rambu dapat dilanggar. Anggapan semacam ini jelas salah, sebab jikalau semua berpemikiran macam ini maka akan semakin kacau keadaan.
Sobat mungkin sedikit ini yang dapat saya share, jaga diri Anda dengan doa dan usaha, trims atas kunjungannya semoga bermanfaat.
Surakarta, 9 April 2013


Sabtu, 12 Januari 2013

Ternyata Bleng = Boraks

Hari Aji al Jatimi

Sumber: tulisan pribadi


Bagi saya orang yang asli jawa, makanan semisal cenil, ongol-ongol, lopis, gendar, kerupuk gendar/puli (baca:kerupuk beras) merupakan makanan yang tidak asing.Di pasar tradisional pun makanan tersebut sangat mudah kita dapatkan dengan harga murah meriah. Jujur sobat, walaupun manakan macam cenil, ongol-ongol, gatot, lopis, gendar/puli, kerupuk gendar/puli (baca: kerupuk nasi) adalah makanan ndeso (desa) namun jangan salah rasanya ternyata wuiih, he..he.

13566041171051230780Sobat, kali ini topik yang saya angkat bukanlah mengenai detail resep kuliner tersebut, namun lebih ke penggunaan “boraks” di dalam makanan-makanan semacam cenil, ongol-ongol, gendar/puli,maupun kerupuk gendar/puli (baca kerupuk beras).

Kalau orang mendengar kata “boraks” di dalam makanannya maka ramai-ramai mereka akan mengatakan “saya tak mau makan makanan yang mengandung bahan berbahaya”, namun ketika borak berganti nama menjadi “bleng”, maka orang lebih nyaman memakannya padahal keduanya merupakan dua benda yang sama, baik bahan maupun efek negatifnya.

Fakta ini bukan omong kosong yang sengaja saya munculkan, namun fakta ini lebih ke fenomena yang saya tangkap dari pernyataan beberapa saudara.

Ceritanya suatu saat ada saudara yang membuat makanan gendar, yang sengaja akan dibuat menjadi krupuk gendar (kerupuk nasi), dan ketika saya tanyakan bahan apa yang mereka gunakan mereka menjawab bahan yang mereka gunakan salah satunya adalah “bleng”. Sebenarnya nama “bleng” adalah nama yang saya rasa tidak asing di telinga. Sejak dari kecil nenek ketika membuat gendar, maupun krupuk gendar selalu mencampurkan bahan yang namanya “bleng”
13566045031914807359
kerupuk gendar/puli/nasi

Dan sedikit bocoran beberapa saudara yang pernah praktik dengan bleng,  ternyata  fungsi lain dari “bleng” antara lain untuk membuat sayur agar cepak empuk dan tampak hijau segar, maupun untuk membuat lontong lebih keras, selain itu digunakan pula untuk bahan campuran cenil, ongol-ongol, gatot, lopis,  (sebagai bahan pengawet dan pengeras/pengenyal).

Sobat, bahaya boraks bagi kesehatan tak diragukan lagi namun ketidaktahuan masyarakat tentang hakikat “boraks=bleng” tampaknya perlu menjadi perhatian. Sebab dari pengalaman saja, ternyata banyak dari masyarakat yang jelas-jelas tidak mengetahui kalau “boraks” sama dengan “bleng”. Ironis memang, namun ini nyata..he..he..he :)

Wallahu’alam
Ngawi, 27 Desember 2012

Jumat, 11 Januari 2013

Abou Dhiabi, Hafidz Qur’an dari Arsenal

Hari Aji al Jatimi
sumber mini blog pribadi

www. arsenal.com
Arsenal, siapa yang tak kenal tim dari Britania raya ini. Sebagai salah satu tim dengan banyak talenta muda, membuat Arsenal di juluki The Young Guns Arsenal, Meriam Muda  London, The Gunners Arsenal. Walaupun secara prestasi kalah mentereng dengan The Red Devil, Manchester United. Namun dari sisi pembinaan pemain muda Tim ini patut di apresiasi. Dan secara permainan tim, gaya Arsenal, menurut saya lebih mendekati permainan Barcelona dari sisi penguasaan bola, tiki taka gaya Barcelona pun juga dimiliki Arsenal. Dan ini pun juga merupakan salah satu keunggulan Arsenal.

Selain dari sisi dominasi pemain muda dalam skuad inti Arsenal, ternyata ada sisi menarik dari tim ini yang tentunya patut untuk diperhatikan.

Arsenal selain terkenal dengan penemu talenta muda, ternyata juga sebagai salah satu Tim Liga Inggris yang paling banyak memiliki pemain Muslim, setelah Manchester City (6 pemain), New Castel United (5 pemain).
Di dalam skuad Arsenal setidaknya ada tiga pemain Muslim di antaranya Abou Diaby. Marouane Chamack, dan Bachari Sagna.

Dari ketiga nama tersebut salah satu yang paling menonjol dalam pengamalan agama Islam ialah Abou Diaby.
Abou Diaby seperti yang dikutip dari (Republika online) di sebutkan dalam akun twitter, salah satu pengajar Ebrahim Collage di London, Mufti Muhammad, @Mufti_Muhammad_ terungkap kalau mantan gelandang Auxerre itu hafal 19 juz Alquran. Bagi Diaby, kunjungan ke Ebrahim Collage adalah hal biasa. Sebab ia merasa nyaman berada dalam komunitasnya."In conversation with Arsenal Footballer Abu Diaby @ Ebrahim college dinner tonight, who's memorised 19 ajza of Qur'an! 

(Dalam perbincangan dengan pemain Arsenal Abu Diaby di Ebrahim Collage pada momen makan malam, siapa yang hafal 19juz Alquran," sentil Mufti Muhammad kepada Diaby.Diaby juga disebut-sebut sebagai salah satu donatur tempat sekolah Islam terkenal di Ibu Kota Inggris itu. Di Ebahim Collage juga mendidik dan membimbing mualaf yang ingin mengenal lebih jauh ajaran Islam.Ia juga aktif di berbagai acara sosial, seperti malam amal untuk etnis Muslim Rohingnya)


Kamis, 10 Januari 2013

Karena Huruf P Begitu Bermakna Selanjutnya Terserah Anda


“Selamat Datang Propinsi Jawa Timur”
 “Selamat Jalan Propinsi Jawa Timur”

Apa yang menarik dari ungkapan yang menghiasi dua plang besar di sisi perbatasan Kabupaten Ngawi tersebut?
Tampaknya sih tidak ada yang menarik ya? Namun apabila hal ini dikaitkan dengan upaya pemerintah dalam hal ini Pusat Bahasa, dalam rangka pembinaan Bahasa Indonesia, maka jelas ini menimbulkan masalah. Mengapa?
Masalah yang tampak ialah dari sisi penulisan Bahasa Indonesia baku. Coba deh kita tengok di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Betulkah penulisan kata propinsi?
Yang menjadi pertanyaan berikutnya, bagaimana sih penulisan yang benar, propinsi atau provinsi.
Seperti kita ketahui, apabila terjadi perbedaan penggunaan ejaan maka acuan yang digunakan adalah KBBI. Dan di dalam KBBI tampak jelas yang tepat adalah kata “provinsi”bukannya “propinsi”
Provinsi /pro·vin·si/ n wilayah atau daerah yang dikepalai oleh gubernur (KBBI)
Mungkin di antara pembaca akan bergumam, “apa sih manfaatnya membahas hal semacam ini”. Apa begitu penting sehingga harus dibahas?
Jawabnya ialah sangat penting, sebab kesalahan semacam ini sungguh berakibat sangat signifikan terhadap upaya mensosialisaikan penggunaan bahasa Indonesia baku. Mengapa berakibat sangat signifikan.
Coba deh Anda bayangkan berapa banyak orang yang akan melihat plang yang menjadi tanda pembatas antara Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Timur tersebut. Dan akibatnya berapa banyak pula pengguna jalan yang akan “tersesat” dalam penulisan bahasa baku.
Karena sebuah huruf “p” begitu bermakna selanjutnya terserah Anda? Ingin mendukung upaya pemerintah dalam pembinaan bahasa Indonesia, atau justru ikut-ikutan menghambat upaya pemerintah tersebut

Hari Aji al Jatimi
Ngawi, 4 Januari 2013
#Alhamdulillah setelah setahun postingan ini berlalu plang bertuliskan "propinsi" telah berubah menjadi "provinsi"

Kamis, 29 November 2012

Nasihat Mas Bejo Kepada Istrinya, Puisi Nasihat

Sebuah renungan :
Duhai Adinda janganlah engkau bermuram durja
Hanya karna nasi tak ada di meja
Duhai Adinda janganlah engkau berkecil hati
Dengan kemiskinan yang membelit diri
Duhai Adinda yang kucinta karena perhiasan iman dan taqwa,
Sungguh apa yang menimpa kita hari ini
Bukanlah karena kita malas bekerja
Bukan pula salah penguasa
Namun yakinlah Adinda
Ini tak lebih dari cobaan hidup yang musti kita jalani
Duhai Adinda yang berakhlak mulia
Bukankah engkau yakin hari berbangkit
Bukankah engkau mengimani keadilan Pencipta
Bukankah pernah kita dengar bersama sabda Rasulullah anutan kita:
Beliau pernah bersabda:
Pada hari kiamat nanti akan didatangkan penduduk neraka yang ketika di dunia adalah orang yang paling (banyak) merasakan kesenangan. Kemudian dia dicelupkan di dalam neraka sekali, lalu dia ditanya : ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan sebelum ini?’ Maka dia berkata : ‘Tidak, demi Allah ya Rabb!’. Dan didatangkan pula seorang penduduk surga yang ketika di dunia adalah orang yang paling merasakan kesusahan. Kemudian dia dicelupkan ke dalam surga sekali. Lalu dia ditanya : ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah merasakan kesusahan sebelum ini?’ Maka dia berkata, ‘Tidak, demi Allah ya Rabb! Aku belum pernah merasakan kesusahan sama sekali dan aku tidak pernah melihat kesulitan sama sekali.”(HR. Muslim).
Jawaban dari Istri yang Sabar:
Duhai kakanda yang kucinta karena perhiasan iman dan taqwa,
Mulai hari ini engkau akan dapati diri Adinda akan senantiasa sabar
Duhai kakanda yang kucinta penuhilah permohonan Adinda
Jadilah nahkoda bagi behtera kita
Duhai Kakanda
Istiqomahlah engkau kendalikan kemudi
Bawalah behtera ini berlayar menuju pulau surga yang dinanti
# Puisi ini aku dedikasikan untuk sahabatku orang-orang pinggiran yang miskin harta namun kaya hati

# Semoga tidak ada lagi orang-orang yang menjual keyakinannya hanya demi sekardus mi instan

# Link Kajian Islam


ANTARA SERBA SERBI TANGISAN MANUSIA DAN TANGISAN RASULULLAH


Siapa di antara Sobat yang tidak pernah menangis. Menangis entah karena sedih, menangis karena bahagia, atau bisa jadi menangis karena perasaan lega.


Sobat,menangis bukan saja sebagai suatu pertanda bahwa kita sedang bersedih loh, namun banyak hal yang dapat menyebabkan kita menangis. Umumnya kita menangis karena dua sebab yaitu, karena perasaan kita yang tersentuh secara batin, dan juga menangis karena sakit fisik yang kita derita.

Pokoknya boleh dech air mata tertumpah, asal ada sebab yang jelas dan masuk akal. He..he. Dan jangan sampai nangis karena sebab yang nggak jelas, bias-bisa kita dikira sakit saraf…he..he

Oh ya, jika Sobat mengangkap tangisan tanda kelemahan itu, bisa jadi benar bisa jadi salah….ya tergantung sih dari perspektif mana Sobat memandang…..serta sebab apa yang menyebabkan Kalian menangis…he..he

Selanjutnya menyoal judul yang saya bawakan (ANTARA SERBA SERBI TANGISAN MANUSIA DAN TANGISAN RASULULLAH) mari kita menyimak suatu hal luar biasa yang dicontohkan Rasulullah Muhammad Shollahu’alaihi wa Sallam yang berkenaan dengan tangisan Beliau. Bagaimana Beliau menangis dan apa seba-sebabnya.  Ini sengaja saya kutip dari Ebook terjemahan : Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam

Sobat tahukah Kalian ternyata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga pernah menangis, padahal dunia berada dalam genggamannya jika Beliau menghendaki. Dan Surga ada di hadapan Beliau, sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya. Benar, Beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb Subhannahu wa Ta'ala . Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah Al-Quran. Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani serta dari ma'rifat keagungan Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Kalau Sobat penasaran simak ya beberapa riwayat berikut
Dari Mutharrif –yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya –yakni Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahuanhu -ia berkata:  Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau." (HR. Abu Daud)

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah berkata kepadaku: "Bacalah Al-Qur'an untukku" aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu?" beliau menimpali: "Aku lebih suka mendengarkannya dari orang lain." Akupun membacakan surat An-Nisaa' untuk beliau. Hingga telah sampai pada ayat: "Maka bagaimanakah (halnya orang-orang tidak beriman nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)." (QS. An-Nisa: 41) Aku lihat air mata beliau menetes." (HR. Al-Bukhari)

Cobalah perhatikan uban yang menghiasi rambut beliau. Jumlahnya lebih kurang delapan belas helai di kepala dan janggut beliau. Perhatikanlah Sobat dengan mata hati Kalian, dengarkanlah kisah uban putih tersebut dari penuturan Beliau. Abu Bakar Radhiallaahu ‘anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , sungguh Anda telah beruban." Beliau pun menjawab: "Surat Hud, surat Al-Waqi'ah, surat Al-Mursalat, surat 'Amma yatasaa`aluun dan surat Idzasy Syamsu kuwwirat telah menyebabkan aku beruban." (HR. At-Tirmdzi)
Subhanallah, sungguh tangisan Rasul ini bukan tangisan biasa. Tangisan berkualitas. Tangisan seorang insan yang berharap rahmat dari Tuhannya, tangisan karena takut dan harap pada Sang Pencipta.
---------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------
Sebagai tambahan faidah untuk Sobat, sedikit nich saya kutipkan beberapa manfaat menangis yang sengaja saya parafrasakan dari beberapa sumber, mengenai manfaat menangis, simak ya:
Manfaat Pertama
Memberikan kesempatan untuk menyentuh emosi yang lebih dalam. Menangis akan membuat kita tahu sisi lain dari diri sendiri. Secara sadar, pembentukan pola pikir untuk menjadi lebih baik akan mudah terbentuk.
Manfaat Kedua
Manifestasi fisik yang disebabkan oleh emosi internal dan pikiran. Menangis juga merupakan tanda atau respon tubuh terhadap sesuatu dari luar. Ini bukanlah hal yang menyenangkan. Otak mengirimkan sinyal ke tubuh tak terhitung banyaknya, karena suatu alasan. Jadi, biarkan emosi kita keluar, melalui air mata.
Manfaat Ketiga
Menghapus racun. Dengan air mata, secara tidak langsung kita membersihkan debu beracun dan kotoran di mata. Menangis membuat emosi membaik. 
Manfaat Keempat
menangis membantu pelepasan zat kimia stress dari tubuh kita, atau membuat kita merasa lebih baik, juga pertanda dari bayi atas masalah kesehatannya. (menurut ilmuwan masa lampau)
Manfaat Kelima
Pada bayi tangisan itu dapat melebarkan saluran pernafasannya, membuka dan memperkuat urat syaraf.
Manfaat Keenam
Membantu penglihatan. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
Manfaat Ketujuh
Air mata dapat membunuh bakteri. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
Manfaat Kedelapan
Air mata juga menjadi sinyal kelemahan, sebuah strategi yang membuat orang lain menjadi lebih dekat dengan kita. Dengan menangis maka bias membangun hubungan pribadi yang lebih kuat dengan orang lain. 
Manfaat Kesembilan
cara cerdas untuk melepaskan beban tubuh manusia yang dapat memberikan kenyamanan demi kesehatan psikis.
Demikanlah sedikit yang dapat saya di share semoga bermanfaat,……….Wallahu’alam
Sumber Referensi




Sumber Referensi
Ebook terjemahan : Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam
Terjemahan kitab Miftahu Daar Sa’adah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
 Surakarta, 25 November 2012 17:00

Rabu, 21 November 2012

Melihat Sosok Pemimpin Besar dari Sisi Makanan

sumber: miniblog pribadi

Menurut Anda
Siapakah sosok pemimpin besar yang paling banyak laparnya daripada kenyangnya?
Siapakah sosok pemimpin besar yang paling tawadhu’?
Siapakah sosok pemimpin besar yang paling dermawan?
Siapakah pemimpin yang dengan para sahabatnya mampu (dengan izin allah) menaklukkan dua imperium besar, negara adikuasa persia dan romawi?
Ya, pemimpin besar yang saya maksudkan di sini Dialah Rasulullah, Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, Suri tauladan yang mulia.
Pada kesempatan kali ini sengaja saya ingin berbagi kepada pembaca sobat kompasianer, mengenai sisi lain kehidupan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Terutama dari sisi sifat makanan yang Beliau makan, yang dari sisi ini tampak ketawadhu’an Beliau terhadap dunia. Hal yang sangat menakjubkan, mungkin, di masa sekarang ini.
Sobat kompasianer,
Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan dari beberapa riwayat berikut ini:
1. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan: “Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Beliau bertanya: “Apakah kamu masih menyimpan makanan?” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Tidak ada!” Beliau berkata: “Kalau begitu aku berpuasa.” (HR. Muslim)
2. Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarganya pernah selama sebulan atau dua bulan hanya memakan Aswadaan, yaitu kurma dan air. (HR. Bukhari & Muslim)
3. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarga beliau tidur dalam keadaan lapar selama beberapa malam berturut-turut. Mereka tidak mendapatkan hidangan untuk makan malam. Sedangkan jenis makanan yang sering mereka makan adalah roti yang terbuat dari gandum.” (HR. At-Tirmidzi)
4. “Keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan roti gandum sampai kenyang tiga hari berturut-turut semenjak tiba di kota Madinah sampai beliau wafat.” (Muttafaq ‘alaih)
5. “Rasulullah tidak pernah makan siang dan makan malam dengan daging beserta roti kecuali bila menjamu para tamu.” (HR. At-Tirmidzi)
Saudara pembaca sobat kompasianer, perlu kita ketahui, bahwa keadaan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam seperti itu bukan karena beliau tidak punya atau kekurangan harta. Justru harta melimpah ruah berada dalam genggaman beliau dan harta-harta pilihan diusung ke hadapan beliau. Akan tetapi, Allah Subhanahu wata’ala memilih keadaan yang paling benar dan sempurna bagi Nabi-Nya Subhannahu wa Ta’ala.
‘Uqbah bin Al-Harits berkata:
“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami kami shalat Ashar. Seusai shalat, beliau segera memasuki rumah, tidak lama kemudian beliau keluar kembali. Aku bertanya kepada beliau, atau ada yang bertanya kepada beliau tentang perbuatan beliau itu. Beliau menjawab:
“Aku tadi meninggalkan sebatang emas dari harta sedekah di rumah. Aku tidak ingin emas itu berada di tanganku sampai malam nanti. Karena itulah aku segera membagikannya.” (HR. Muslim) . Kedermawanan yang menakjubkan dan pemberian yang tiada bandingannya hanya dapat dijumpai pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .
Anas bin Malik radhiallahu anhu mengungkapkan: “Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimintai sesuatu karena Islam, beliau pasti memberinya. Pernah datang menemui beliau seorang laki-laki, lantas beliau memberinya seekor kambing yang digembala di antara dua gunung (kambing yang gemuk). Lelaki itu kembali menemui kaumnya seraya berseru: “Wahai kaumku, masuklah kamu ke dalam Islam! Sesungguhnya Muhammad selalu memenuhi segala permintaan seakan-akan ia tidak takut jatuh miskin.” (HR. Muslim)
Meski dengan kedermawaan dan pemberian yang demikian menakjubkan itu, namun cobalah lihat keadaan diri beliau , Anas bin Malik menuturkannya kepada kita. Ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan hidangan di meja makan hingga beliau wafat, beliau juga tidak pernah makan roti yang terbuat dari gandum halus hingga beliau wafat.” (HR. Al-Bukhari)
Demikian sedikit penjelasan mengenai sosok Rasulullah di dalam mensikapi masalah makanan. Semoga yang sedikit ini dapat meresap di dalam hati sanubari kita , serta mampu mencerahkan hati yang buram karena kurangya rasa syukur. Akhir kata, semoga kita mampu menjadi seorang hamba yang bersyukur di dalam segala keadaan.
“Wallahu ‘alam bishawwab


Udin Pingin Pulang Pagi


Udara panas hari ini begitu mempengaruhi suasana kelas, maklumlah tak ada AC ataupun kipas angin, adanya hanya suara sejuk guru yang ikut membuat suasana lebih dingin. 
Suasana yang panas, membuat sebagian penghuninya ikut gelisah,……nampaknya suasana hari ini benar-benar tidak seperti biasa. Hari ini tampak gaduh..duh..aduh...!!!

Guru : Ada apa Din kok gelisah gitu….
Udin : Ah nggak kok Pak, cuman…..
Guru : Cuman apa Din…..
Udin : Anu Pak…
Guru : Ada apa dengan Anu….
Udin : Gini Pak…..
Guru :Siapa lagi Si Gini….langsung aja kamu ngomong…to the point
Udin : Saya hanya mau tanya Pak, apa benar sih Pak hari ini pulang pagi….??
Guru :Wah kamu ngaco banget Din masak mau pulang pagi,….kalau pulang pagi saya malah kasihan sama kamu dan ortumu lo Din….
Udin : Emang kenapa Pak kok kasihan ama saya dan ortu saya….
(Udin masih terbengong-bengong  mendengar jawaban guru)
Guru : Ya jelas saya kasihan to Din, emang kamu dah ijin ortumu kalau kamu mau pulang pagi….emang kamu dah bawa perlengkapan mandi, lotion anti nyamuk dan bekal makan malam.
Udin : Maksudnya Pak…..
Guru : Lihat tuh Din Pukul berapa sekarang, sekarang kan sudah pukul setengah sebelas siang, lha kalau kamu mau pulang pagi berarti kamu pulangnya besok to…..MAU…..
(Just Kidding)
Udin : ????,ll’l>>>>.
(Gludag)
#Kisah ini bukan sesuatu yang mengada-ngada lo, asli dan ndak dibuat-buat,….hanya saja sedikit dramatisasi di sana-sini….(inspirasi dari pengalaman penulis)
#Istilah pulang pagi untuk menunjuk pulang lebih awal perlu ditinjau ulang………

Antara Gado-Gado, Lotek, Pecel, dan Rujak Petis


Sumber lain: miniblog-pribadi----http://www.kompasiana.com/ajialjatimi
Jika ada puisi dengan judul  “Antara Karawang - Bekasi”….maka kali ini saya sengaja memberi judul,………”Antara Gado-Gado, Lotek, Pecel, dan Rujak Petis”…..”kagak nyambung ya Jek”…he..he, itu mah suka-suka saya dong,….lha wong saya yang punya rumah….. “PEACE”
He..he………..Ok..jangan terbawa esmosi mari sama-sama langsung saja kita ke TKP (Tempat Kuliner  Prikitiewww)
Sobat, antara gado-gado, lotek, pecel, dan rujak petis….hmmmm, bagi saya semuanya enak, semuanya saya suka….semuanya sama-sama ada unsur kacangnya……., semuanya sama-sama kaya sayur, dan pastinya semuanya sama-sama sehat n’ murah meriah “.
Oh ya…,bagi sobat yang tinggal di Jawa Tengah mungkin agak asing ya dengan kuliner yang namanya rujak petis,….begitu pula bagi sobat yang tinggal di Jawa Timur mungkin kalian asing juga dengan kuliner lotek…..keterasingan kalian terasa wajar, dan saya sempat alami juga.
Dulu waktu awal-awal kuliah saya pernah diajak teman makan saat itu saya diajak mengunjungi warung lotek paling terkenal di sekitar kampus UNS, “Warung Lotek Bu Warni namanya”. Waktu itu saya sempat bingung,….dan menggumam dalam hati “panganan opo ki, jenenge kok aneh temen”….aha ternyata setelah dimakan…wuiiiih lumayan seger juga mirip dengan rasa pecel, namun bedanya hanya pada cara pengolahan….dari sisi pengolahan lotek cenderung lebih segar dibandingkan pecel.
Kalau pecel, sambal biasanya sudah jadi, tinggal guyur pakai air hangat  dan campur-campur dengan sayur. Sedangkan lotek  cara meramu sambal kacang agak beda, dari sisi ini lotek lebih menonjolkan rasa kencur dan sedikit unsur terasi (berbeda dengan pecel yang tidak pake terasi), semua bahan bumbu pada lotek baru diulek ketika ada pelanggan yang pesen, tentunya ini beda dengan sambal pecel yang semi  instan.
Dulu di awal kuliah saya memang asing dengan makanan lotek namun sekarang justru ceritanya beda. Ketika lama saya tinggal di Solo, saya kadang pingin makan kuliner khas Jatim, yakni rujak petis. Enam tahun sudah tinggal di Solo. Belum pernah sekalipun saya melihat ada orang yang menjual rujak petis. Dan dari sini saya menyimpulkan bahwa, “mungkin” memang orang Jawa Tengah “terutama Solo” memang tidak mengenal yang namanya rujak petis. Padahal rasa kuliner ini bener-bener maknyyuuus. Perpaduan kacang, petis, lombok bawang goreng, dan sedikit irisan pisang klutuk mentah (sebagai pengental dan pemberi aroma sedikit sepat) wuiiiih benar-benar menggugah selera. Dan dari segi rasa saya lebih suka rujak petis daripada lotek.
Oh ya Sobat, lotek, pecel, dan rujak petis sudah dibahas, namun ada satu yang nggak boleh ditinggal,….ya dialah “gado-gado”.
Gado-gado seperti ketiga kuliner di atas, kesemuanya memiliki kesamaan dari segi penggunaan bumbu kacang. Hanya saja gado-gado pengolahan sambal kacang masih ditambah dengan santan, gula merah, dan beberapa lembar daun salam. Dari segi kekuatan rasa gado-gado memang cenderung lebih soft, dalam artian lebih lembut sebab penggunaan campuran santan gula merah secara otomatis sedikit mengurangi rasa pedas yang biasa kita temui pada kuliner pecel, lotek, dan rujak petis. Gado-gado pun saya rasa lebih familier bagi masyarakat indonesia berbeda dengan lotek, pecel, atau pun rujak petis.
Mungkin sedikit ini yang dapat saya share pada sobat sekalian, jika masih  penasaran silakan nyoba sendiri, dengan duit sendiri…….!!! :D
http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2012/11/06/antara-gado-gado-lotek-pecel-dan-rujak-petis-501005.html