Jumat, 20 November 2015

Fakta Unik Tentang HP

Fakta Pertama:  Jumlah HP Lebih Banyak dari Manusia

Sekarang ini, jumlah penduduk Indonesia sekitar 277,3 juta jiwa. Sementara itu, telepon genggam yang dijual di Indonesia sebanyak 236,8 juta buah. Artinya rata-rata orang Indonesia memiliki telepon genggam lebih dari satu. Subhanallah, jumlah telepon genggam di Indonesia lebih banyak daripada jumlah penduduknya

Fakta Kedua : HP adalah Vampir Listrik
Sebuah telepon genggam rata-rata menghabiskan listrik sebanyak 361 Kilo Watt per jam dalam setahun. Listrik tersebut dipakai untuk mengisi ulang baterai, jaringan internet, dan pemakaian data.
Ternyata jumlah listrik yang dipakai sebuah telepon genggam lebih besar daripada listrik yang dipakai sebuah kulkas lo. Telepon genggam, laptop, televise adalah dunia digital yang disukai manusia modern. Dunia digital menggunakan listrik lebih banyak dibandingkan seluruh lampu di Planet Bumi pada tahun 1985.


Dunia digital menyedot banyak listrik secara diam-diam. Terutama ketika orang lupa mencabut kabel listrik ketika tidak digunakan. Sssst, ternyata dunia digital itu mirip vampire energy lo. Seperti vampire, dunia digital menyebabkan uang habis untuk membayar tagihan listrik

Fakta Ketiga : Manusia Modern Panik tanpa HP
Handphone adalah salah satu gadget yang sangat dibutuhkan manusia modern. Banyak manusia modern merasa tidak bisa hidup tanpa handphone. Mereka selalu membawa handphone kemanapun mereka pergi. Saat handphone tidak berfungsi, maunusia modern merasa tidak berdaya. Janji pada klien atau kerabat akan menjadi repot. Padahal, jika flash back, manusia sebelum adanya handphone pun merasa baik-baik saja.

Fakta Keempat : Chip Mungil HP Seharga Mobil
Alat elektronik bukan hanya membutuhkan mineral. Namun pabrik elektronik juga membutuhkan minyak bumi dan listrik yang cukup besar. Untuk membuat satu chip mungil di HP, dibutuhkan minyak bumi dan listrik yang sama banyak untuk membuat mobil. Listrik yang digunakan sama dengan energy yang dibutuhkan untuk menyalakan  laptop selama tiga tahun.


(Diringkas dengan sedikit perubahan, dari buku “Petualangan Energi”,Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, dan Perusahaaan Gas Negara)

Ciri-Ciri Paragraf yang Baik

Sebuah paragraf yang baik sediknya memiliki tiga sifat, sehingga dengannya suatu karangan bisa enak dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca. Pertama, paragraf harus memiliki kesatuan gagasan, artinya uraiannya terpusat hanya pada satu gagasan saja. Kedua, paragraf harus memiliki kesetalian, artinya adanya hubungan antara kalimat yang berupa gagasan utama dengan kalimat yang berupa penjelas. Ketiga paragraf harus memiliki kelogisan (isi yang memadai), yakni memiliki rincian yang terpilih dengan patut sebagai pendukung gagasan utama.


A. Kesatuan Gagasan Paragraf

Untuk membentuk kesatuan gagasan, sebuah paragraf yang baik disyaratkan hanya mengandung satu gagasan saja, yang dinyatakan dalam kalimat utama. Sementara itu kalimat-kalimat penjelas yang dikembangkan dari pikiran-pikiran penjelas harus mendukung kalimat utama.

Contoh : Handphone adalah salah satu gadget yang sangat dibutuhkan manusia modern. Banyak manusia modern merasa tidak bisa hidup tanpa handphone. Mereka selalu membawa handphone kemanapun mereka pergi. Saat handphone tidak berfungsi, maunusia modern merasa tidak berdaya. Janji pada klien atau kerabat akan menjadi repot. Padahal, jika flash back, manusia sebelum adanya handphone pun merasa baik-baik saja.

B. Kesetalian Kalimat

Hubungan kesetalian kalimat dapat dibentuk dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Penggunaan Konjungsi (kata hubung)
Manusia adalah makhluk social yang selalu butuh bantuan orang lain untuk membantu hidupnya. Dengan demikian, tak elok rasanya jika masing-masing individu menyombongkan diri di hadapan sesamanya.

2. Pengulangan Kata atau Frase
Minyak bumi adalah sumber energi yang tidak bisa diperbarui. Minyak bumi lama kelamaan akan habis seiring dengan ekploitasi yang dilakukan oleh menusia.

3. Penggunaan Kata Ganti (pronominal)
Banyak manusia modern merasa tidak bisa hidup tanpa handphone. Mereka selalu membawa handphone kemanapun mereka pergi.

C. Kelogisan
Kelogisan dalam sebuah paragraf terletak pada sinkronisasi antara satu kalimat dengan kalimat yang lain. Sebagai contoh, apabila di awal paragraf di jelaskan tentang tema minyak bumi, maka kalimat setelahnya akan terasa tidak logis jika tiba-tiba membahas mengenai dampak badai gurun.

Contoh: Cadangan minyak bumi di Indonesia sekarang ini mulai habis dikeruk oleh kapitalis-kapitalis asing. Hal ini menyebabkan badai gurun semakin parah mendera warga. (bentuk tidak logis)

* Seharusnya

Cadangan minyak bumi di Indonesia sekarang ini mulai habis dikeruk oleh kapitalis-kapitalis asing. Hal ini menyebabkan sepuluh tahun ke depan Indonesia diprediksi  menjadi sebagai salah satu nagara pengimpor minyak bumi terbesar di dunia. (logis)




Selasa, 17 November 2015

Mengenal Keunggulan Telegram Lebih Dekat

Telegram adalah aplikasi messenger dengan platform cepat, aman, dan gratis. Meski sudah berusia 2 tahun, Telegram baru mulai ngeboming  akhir – akhir ini , dan ane pun baru tahu setelah admin grup  WhatsApps yang ane ikutin, ngasih link Channel Telegram. Dan dari sinilah ane mulai tertarik dan mempelajari onderdil dari si Telegram. Setelah dicoba-coba keren juga sih jika dibandingkan dengan WhatsApps ataupun BBM.

Selanjutnya  dari pengalaman yang ane ketahui , ternyata Telegram Messenger sendiri adalah aplikasi pengirim pesan dengan banyak nilai plus dibandingkan pendahulunya (WA, BBM).  Kalau dilihat dari tampilan dan cara penggunaannya sih, Telegram nyaris sama persis dengan WhatsApp. Hanya saja bedanya, Telegram menawarkan fitur-fitur yang lebih wah dibanding WhatsApp.

Apa saja fitur-fitur unggulan dari Telegram yang tak dimiliki WhatsApp. Berikut ane sajikan bbrapa reviewnya :

  1. Telegram gratis selamanya (begitu keterangan dari web resmi mereka). Telegram gratis selamanya. Tanpa iklan. Tidak ada biaya berlangganan. Telegram memiliki API yang terbuka dan protokol gratis untuk semua orang.
  2. Support anggota Grup sampai hingga 200 anggota. Bandingkan dengan WA yang hanya terbatas 50 anggota. So, bisa di adu lah!!
  3. Support Channel dengan audience yang luas, bahkan bisa support puluhan ribu audience (pic  sample 57ribu member- di web resminya), sangat cocok bagi Anda yang memiliki komunitas dengan target Audience besar.
  4. Bisa Singkronisasi Chatting di semua perangkat baik itu Smart Phone, PC, Tablet, Mac Computer (Telegram Cloud-Based)
  5. Telegram memberikan pesan lebih cepat daripada aplikasi lainnya.
  6. Telegram memiliki fitur “Secret Chat” yang bisa anda akses pada menu di sebelah kanan atas. Perbedaan fitur ini dari fitur obrolan biasa adalah terletak pada Enkripsi pesan yang dikirimkan pengguna. Dengan kata lain, pesan hanya bisa di eknsripsi (sistem penerjemahan) oleh si penerima, sehingga jikalau ada yang ingin membajak obrolan anda, maka mereka setidaknya akan merasa kesulitan membaca pesan yang masih dalam berbentuk kode.
  7. Telegram memiliki sistem keamanan “Self Destruction” dan fitur ini merupakan bagian dari “secret chats”. Fitur ini akan secara otomatis mendelet/menghancurkan pesan  History percakapan berdasarkan waktu yang kita tentukan. Anda bisa mengatur waktu penghapusan riwayat percakapan Anda dengan menekan Icon Waktu yang terdapat di bagian pojok kanan atas jendela  Aplikasi. Dengan fitur ini Anda bisa merasa lebih aman jikalau anda lupa menghapus informasi penting yang telah anda berikan kepada teman Anda.  Settingan penghancuran pesan secara otomatis bisa dilakukan dengan settingan mulai dari sekon, menit, jam, hari,  minggu dst.
  8. Telegram tidak memiliki batas pada ukuran media dan chatting
  9. Telegram yang memperbolehkan penggunanya untuk mengirim file-file yang ukurannya sampai bergiga-giga. Bahkan tidak seperti whatsapp, telegram juga membolehkan pengiriman dokumen. Bagaimana menurut Anda?
  10. Open API, beberapa item seperti bot dan sticker bisa dicustomize sendiri
  11. Support reply user. Misal jika kita ketik dan klik akun teman kita denga @nama akun, maka nama orang itu akan bisa kita panggil (cocok jika digunakan di obrolan grup)
  12. Saat share link situs tertentu akan ditampilkan previewnya seperti Facebook
  13. Open API, beberapa item seperti bot dan sticker bisa dicustomize sendiri
  14. Lebih hemat memori, sebab tidak disimpan di memori HP, sehingga lebih ringan serta aman
  15. Aman dari serangan hacker, bahkan konon si pemilik Telegram bersedia membayar 200 rb dolar bagi hacker yang mampu meretas…hemmm…untuk yang ini no coment lah!! Bandingkan dengan WhatsApps, berapa kali berhasil di hack? Gak percaya lihat saja banyak sekali tutorial buat bobol WhatssApps di Youtube maupun Mbah Google.
  16. Menggunakan "opt-in dua-arah" Ini berarti bahwa anda harus menambahkan atau menerima kontak sebelum dapat menggunakan pesan. Ini mencegah orang asing mengirimkan pesan yang tidak diinginkan.

So, itulah tadi 16  alasan kenapa Anda harus mencoba aplikasi telegram. Jika Anda telah nyaman dengan WhatsApps maka dengan Telegram Anda akan rasakan bedanya.

Selamat mencoba !!!


Sabtu, 14 November 2015

Menyingkap Realita Peribahasa



Kesalahan Penalaran Berbahasa Lingkungan Sekolah

Kesalahan penalaran berbahasa dalam memaknai suatu ujaran bisa jadi merupakan suatu bentuk kesalahan yang seringkali mendapatkan toleransi. Kesalahan penalaran  secara tersirat dimaknai sebagai suatu bentuk ekspresi berbahasa yang dimaklumi karena mayoritas pemakai bahasa menyetujuai secara konvensi sebagai bentuk ekspresi yang benar. Namun benarkah demikian?

Definisi Kesalahan Penalaran
Penalaran adalah suatu proses berpikir yang dilakukan manusia  untuk mengkorelasikan data dan fakta yang ada  sehingga  sampai  pada  titik kesimpulan, juga bisa merupakan gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat. Kesalahan penalaran dapat terjadi di dalam proses berpikir untuk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Dalam proses berpikir sering sekali kita keliru menafsirkan atau menarik kesimpulan, kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor emosional, kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, kecerobohan, atau ketidaktahuan.

Sebagai contoh:

Di lingkungan sekolah, kita tak asing dengan ungkapan "pulang pagi" untuk mengekspresikan kegembiraan sekelompok siswa yang mendengar informasi bahwa jam pulang sekolah akan dimajukan. Namun penggunaan ungkapan "pulang pagi" kurang tepat apabila dilihat secara makna.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :
Di saat jam menunjukan tepat pukul 12.15 tiba-tiba ada seorang siswa yang tiba menyeletuk ketika guru mapel Bahasa Indonesia sedang menerangkan materi.
"Pak nanti benar pulang pagi ya?"
Sontak mendengar pernyataan sang siswa, guru pun menjawab.
"Oke,....kalau benar kamu mau pulang pagi, saya malah kasihan dengan kamu.......apakah kamu sudah izin dengan ortu mu kalau kamu mau menginap di sekolah, dan sudahkah kamu mempersiapkan bekal?"

Melihat Tinjauan Kebahasaan

Ungkapan pulang pagi kurang dapat diterima secara kaidah penalaran berbahasa. Sebab secara konteks (situasi dan kondisi) ungkapan tersebut bertolak belakang dengan fakta yang terjadi. Dari fakta yang terlihat, ekspresi berbahasa dengan ungakapan "pulang pagi, kurang pas apabila dikorelasikan dengan kondisi waktu yang menunjukkan siang hari.

Penggunaan ungkapan ini menurut hemat penulis sebaiknya diganti dengan ungkapan "pulang awal" atau "pulang lebih cepat."

Bentuk lain yang tentunya juga perlu diperhatikan adalah penggunaan ungkapan "bangun kesiangan" untuk mengekspresikan situasi ketika siswa terlambat masuk sekolah. Padahal jika melihat konteks waktu, hari masih menunjukkan pagi hari.


                  


Rabu, 11 November 2015

Jalan-jalan Ke Pasar Antik Triwindu

Melanjutkan postingan sebelumnya yang telah mengulas mengenai serba-serbi Museum Batik Danar Hadi, kali ini saya melanjutkan untuk menyusuri salah satu aset wisata kota Solo, yakni Pasar Antik Triwindu.


Pasar Antik Triwindu  terletak di Ngarsopuro, Jalan Diponegoro (Jalan Slamet Riyadi), Surakarta, Jawa Tengah 57130. Secara letak, pasar ini cukup strategis dan mudah dijangkau.

Pertama kali menginjakkan kaki di area pasar, saya melihat kesan historis nampak kuat, banyak barang antik yang dijual di pasar ini. Mulai dari barang seni seperti patung, topeng, lukisan dan produk seni lain maupun alat rumah tangga.

Karena saya pecinta dunia masak-memasak, saya cukup detail memperhatikan barang-barang yang kalau dilihat cukup berbeda dengan barang-barang yang dijual di toko. Alat masak seperti cetakan roti jawa seperti pokis, bikang, dan juga wajan besar (mirip alat masak chinese), serta alat serut es pun mudah didapatkan. Alat-alat rumah tangga yang antik semacam setrika antik, lampu antik gantung, piring-piring antik banyak juga di jual di sini.

Jika Anda kesulitan mendapatkan barang-barang unik di tempat lain. Maka pasar Triwindu dapat menjadi alternatif berburu barang unik dengan harga terjangkau.

Berikut sedikit jepretan kamera HP yang dapat mendeskripsikan tentang Pasar Antik Triwindu
Piring Antik



Guci, Cangkir, dan Lampu Antik



uang antik


Selasa, 10 November 2015

Tempat Wisata Populer Kota Solo

Bicara soal SOLO atau SURAKARTA...maka tak bisa dilepaskan dari Objek Wisata. Objek wisata di kota Solo terhitung lebih banyak dan komplet dibandingkan dengan kota-kota lain. Ada objek wisata belanja, ada objek wisata edukasi, ada objek wisata sejarah dll.

Bertraveling ria bareng istri tercinta di kota Solo pun menjadi sarana penghilang jenuh setelah semingguan bekerja. Bagimana dengan Anda tertarikkah dengan wisata kota solo?

Jika Anda tertarik sudilah Anda membaca coretan ringan dari bloger abal-abal asal Ngawi ini.

Berikut Sobat, beberapa objek wisata yang pernah saya kunjungi beserta istri lengkap dengan kupasan singkat tentang tentang tetek bengek objek wisata tersebut, semoga membantu kalian berpiknik ria, setelah lelah bekerja.

Ulasan pertama
Museum Batik Danar Hadi
Bicara  batik, pastilah tak lepas dari nama kota Solo. Bicara masalah batik dan Solo, tak lepas pula dari nama Danar hadi. 

Dari dua chemistri batik solo dan Danarhadi, maka munculah nama Museum Batik Danarhadi. Nama Museum Danarhadi cukup terkenal dikalangan pecinta batik, lebih-lebih ketika Danarhadi dikukuhkan sebagai museum oleh mantan Presiden RI ke empat Megawati Soekarno Putri pada tahun 2002. Museum ini adalah obyek wisata utama di kompleks HDH dan telah dibuka terlebih dahulu pada tahun 2002 oleh Wapres Megawati Soekarnoputri. Museum ini menyimpan koleksi kain batik yang mencapai 10,000 helai dan diakui oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Kain batik yang dipajang di museum ini berasal dari periode dan pengaruh kultur serta lingkungan yang berbeda-beda. 

Salah satu koleksi terpenting di museum ini adalah koleksi batik Belanda, yaitu batik yang dipengaruhi oleh budaya Eropa dan dibuat oleh orang-orang Belanda yang menetap di Indonesia pada zaman kolonial. Koleksi kain-kain ini adalah koleksi pribadi dari H. Santosa Doellah, pendiri PT Batik Danar Hadi yang juga merupakan pencetus kompleks HDH. Di belakang Museum terdapat kompleks pabrik batik tulis dan cap yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.


Okay Sobat, sedikit cerita pengalaman saja Sobat. Kali ini saya sengja ingin mengisahkan sedikit catatan perjalanan ketika memasuki Museum Batik Danar Hadi. 


Memasuki kompleks Museum Batik Danar Hadi saya sedikit bingung mau apa saya di sini. Saya sempat berpikir apa benar ini Museum Batik, yang dikatakan yang terbesar di Indonesia?


Untuk menjawab pertanyaan ini, saya pun memberanikan diri bertanya ke semacam CS nya Danar Hadi yang ada di bagian ruang depan museum. Dari sini saya bertanya banyak dan pada akhirnya memutuskan untuk melanjutkan petualangan saya di Museum Batik ini.


Mengawali perjalanan di Museum Batik Danar Hadi, saya diminta terlebih dahulu mendaftar untuk beli semacam tiket masuk. Awalnya saya menyangka harga tiket akan sama dengan harga tiket dikebanyakan museum, namun taraa,, ternyata apa yang saya sangka salah...


Harga tiket masuk yang saya kira, paling berkisar 10-15 ribu ternyata jauh dari ekspektasi saya, dan betul saja uang warna biru pun akhirnya saya keluarkan untuk membayar tiket masuk untuk dua orang. Ya saya membayar dua tiket, untuk saya sendiri dan istri.


Uang sebesar 50 ribu yang kami keluarkan ternyata tidak sia-sia. Dengan uang 50 ribu kami mendapatkan seorang guide yang cukup lincah dan pandai menerangkan setiap nama, jenis dan karakter setiap jenis batik. Dari Informasi yang saya dapatkan dari guide yang membimbing kami secara Keseluruhan koleksi Batik, Museum Danar Hadi terdiri dari sembilan pemetaan jenis batik . Kesembilan batik tersebut adalah; Batik Belanda, Batik Kraton, Batik Cina, Batik Djawa Hokokai, Batik Pengaruh India, Batik Pengaruh Kraton, Batik Sudagaran dan Batik Petani, Batik Indonesia, serta Batik Danar Hadi.


Menarik memang melihat kain batik dari perspektif sosio kultural dan juga historisnya. Salah satu hal menarik yang saya tangkap adalah ketika saya ditunjukkan corak-corak batik dengan tema eropa. Tema yang saya maksudkan di sini adalah tema yang mengandung cerita rakyat terpopuler di eropa saat itu, yakni kisah "HANZEL AND GRETEL" dan juga kisah "SNOW WHITE atau PUTRI SALJU". Selain batik motif eropa, ada pula batik dengan pola akulturusisasi budaya Jawa dan Tiongkok. Batik motif "MEGA MENDUNG", dengan motif  identik warna jreng cerah, atau pun warna merah merupakan bentuk nyata akulturasi budaya Tiongkok dengan budaya Jawa. Batik dengan akulturasi Jawa-Tiongkok ini banyak kita dapati di daerah pesisir pulau Jawa.



Hal menarik lain di luar batik yang saya  temui di museum ini di antaranya adalah penggunaan bahan-bahan batik yang ternyata sangat beraneka ragam. Tidak hanya bahan malam saja  yang digunakan bahkan kami tahu sendiri ternyata pewarna lam pun dapat digunakan untuk memberikan efek warna pada kain batik. Selain itu di Museum Batik kami juga mendapati ilmu tentang bagaimana cara merawat batik agar awet, eng ing eng,,,saya berpikir kapur barus akan digunakan untuk merawat dan menjaga batik tetap awet, namun sangkaan saya salah...kapur barus justru tidak ada...yang ada justru ada racikan tumbuh-tumbuhan kering sebagai pengganti kapur barus.

Pengawtet Batik Alami

Setelah lelah menikmati beragam koleksi batik, pada akhirnya guide mengantar saya dan istri untuk mengakhiri perjalanan dengan melihat proses produksi batik, yakni mulai dari pembuatan semacam sketsa, proses pewarnaan, pencelupan, dan proses penjemuran di dalam ruangan. Di dalam memproduksi batik ternyata kebanyakan pelakunya adalah ibu-ibu, kecuali pada proses pencelupan, pencapan, dan juga pembuatan skeksa motif.
Proses Produksi Batik Tulis
Proses Penjemuran Batik


Setelah sejaman lelah keliling museum dan bertanya panjang lebar, akhirnya perjalanan kami akhiri. Untuk kenan-kenangan Anda bisa membeli beragam batik koleksi Danar Hadi atau merchendise yang ada di bagian front musem. Perlu diingat untuk membeli batik koleksi di sini silakan siapkan anggaran yang agak lebih sebab memang Danar Hadi terkenal dengan kualitas batik yang wah...dan begitupula dengan harganya.


Postingan berikutnya...........Jalan-jalan ke Pasar Triwindu






Senin, 09 November 2015

Ide Mengatasi Kelangkaan Energi

Sumber artikel Kompasiana/artikel yang pernah dilombakan
Oleh : Hari Aji Rahmat Prasetyo, S. Pd.

Frase Kunci :
Ketahanan Energi
Keadilan EnergI
Realitas dan Pemetaan Potensi Migas Nasional
Indonesia Pengekspor Sekaligus Pengimpor Migas
Profil Tren Migas Nasional
Profil Tren Produksi Migas Nasional 1966-2017
Arti Penting Kaltim dan Blok Mahakam


Selayang Pandang
Swasembada pangan begitu familier di telinga kita. Namun jika kita menilik permasalahan bangsa ini tidak hanya pangan yang perlu swasembada. Swasembada energi pun diperlukan guna menghadapi tantangan bangsa di masa depan. Artinya, saat ini kita mulai harus berpikir bagaimana supaya bangsa ini mampu memenuhi sendiri kebetuhan energinya dengan kemantaban yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dewasa ini justru ketahanan energi kita sangatlah rapuh sehingga membuat ide mengenai kedaulatan energi menjadi ekspetasi tersendiri. Bagaimana kita berbicara kedaulatan energi bila minyak dan gas bumi belum kita optimalkan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat? Bagaimana pula ketika sumber daya energi yang kita miliki mampu menerangi negara sahabat, sedang kita sendiri justru mengalami gelap?

Indonesia di takdirkan memiliki sumber daya alam melimpah dengan potensi luar biasa mulai dari migas, mineral batubara, hutan serta lautnya. Namun adegium sederhana yang menyatakan bahwa negara yang memiliki sumber daya besar akan memiliki tingkat keberhasilan besar, jelas tidak terbukti dalam konteks Negara Indonesia.

Negara Indonesia sudah tujuh puluh tahunan merdeka, namun kedaulatan energi kita masih belum dinikmati rakyat secara nyata, rata dan adil. Lihat saja Kalimantan yang merupakan daerah penghasil energi nasional terbesar dengan Blok Mahakamnya, namun ironis, justru di sana masih sering terjadi pemadaman listrik. Belum lagi beberapa kasus di Sumatera Utara, di mana terjadi kurangnya stok energi untuk menyebabkan beberapa industri gulung tikar.

Sekarang pertanyaan yang perlu kita kita renungkan ialah: Benarkah saat ini Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi energi nasional secara mandiri? Benarkah Indonesia dapat dengan nyaman mengatur kebutuhan rakyatnya akan energi?

Indonesia Pengekspor Sekaligus Pengimpor Migas

Jika berbicara masalah ketahanan energi nasional maka dapat dikatakan Indonesia tidak berdaulat penuh atas sumber daya energi yang dimilikinya. Sekarang ini 48,4% gas dan 76,3% batubara kita dijual ke luar negeri [IEA, 2007], 41,3% minyak bumi kita juga diekspor [DESDM,2006].

Kondisi yang kita miliki relatif timpang apabila kita bandingkan dengan komposisi energi dunia yang mana masih bertumpu pada minyak bumi (54,4% dari total energi [DESDM, 2005], sementara kontribusi minyak terhadap total energi dunia sudah turun menjadi 35% [IEA, 2007]. Parahnya, justru neraca energi di sektor minyak bumilah yang kurang menguntungkan 44,4% minyak bumi yang kita gunakan berasal dari luar negeri, sebuah komposisi yang rentan terhadap gejolak minyak dunia. Di sisi lain, kita justru mengekspor 45,7% minyak bumi yang kita hasilkan ke luar negeri; kemungkinan karena kemampuan kilang minyak kita yang belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan BBM dalam negeri (baru sekitar 67% dari kebutuhan BBM dalam negeri).

Berbagai permasalahan energi saat ini dan yang mungkin muncul di masa depan memerlukan solusi yang tepat dengan pendekatan yang komprehensif. Perencanaan dan pengembangan energi perlu dilakukan supaya dapat menjamin ketersediaaan energi untuk jangka panjang. Untuk itu kebijakan dalam perencanaan energi perlu terus dilanjutkan guna merealisasikan penerapan teknologi energi bersih yang andal, berkelanjutan, dan terjangkau dalam rangka mendukung penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sesuai amanat UU No. 30 tahun 2007 tentang energi.

Realitas dan Pemetaan Potensi Migas Nasional

1. Potensi Sumber Daya Minyak Bumi
Cadangan minyak Indonesia tersebar di hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia terutama Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Menurut data terakhir SKK Migas jumlah cadangan terbukti (proven) mencapai 3624,2 MMSTB sedangkan cadangan potensial mencapai 7375,14 MMSTB.

Total cadangan minyak di Indonesia selama 9 tahun terakhir cenderung menurun disebabkan produksi minyak bumi jauh lebih besar dibandingkan dengan penemuan minyak bumi. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mendukung kegiatan pencarian cadangan minyak bumi baru, namun karena nilai investasi yang tinggi dan faktor kegagalan penemuan besar, usaha ini belum tampak hasilnya.

2. Potensi Sumber Daya Gas Alam
Potensi gas bumi nasional cukup baik berdasarkan data terakhir SKK Migas yang menunjukkan cadangan terbukti (proven) sebesar 100,25 TSCF, dan cadangan potential sebesar 49,04 TSCF. Dengan kapasitas produksi gas bumi sebesar 3,26 TSCF per tahun rasio antara cadangan terbukti dan produksi gas bumi mencapai 32 tahun.

Saat ini, produksi gas terbesar berasal dari Blok Mahakam dan Tengah dengan operator Total E&P Indonesia 306,8 ribu barel setara minyak per hari. Disusul, BP Tangguh dari Blok Berau, Muturi, dan Wiriagar 190,7 ribu barel setara minyak per hari, Conoco Phillips Grissik Ltd dari Blok Corridor 164,2 ribu barel setara minyak per hari, dan PT Pertamina EP 158 ribu barel setara minyak per hari. Kemudian, Vico dari Blok Sanga-Sanga 67,3 ribu barel setara minyak per hari, dan ConocoPhillips Indonesia dari Natuna B 60,3 ribu barel setara minyak per hari. Pemerintah mengandalkan tambahan produksi gas tahun 2013 dari Blok Mahakam 200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan Kangean 90 MMSCFD.

[caption id="attachment_415227" align="aligncenter" width="457" caption="gambar 1"]1430832449774872166[/caption]

(Rudianto Rimbono, SKK Migas , Kompasiana Nangkring, Maret 2015)

3. Profil Tren Produksi Migas Nasional 1966-2017
Tren pengelolaan migas secara nasional mengalami fluktuasi seiring dengan berjalannya waktu dan trend perekonomian nasional. Berdasarkan data dari SKK Migas, Indonesia pernah berhasil memproduksi minyak mentah di atas 1 juta barrel per day (BPD) selama periode 1966 s. d. 2006 dengan pencapaian tertinggi tahun 1977 dengan produksi 1,68 juta barrel per day (BPD). Namun setelah era tahun 2006 sampai sekarang jumlah produksi minyak kita tidak lebih dari 1 juta barel perhari.

Berbeda dengan tren produksi minyak yang mulai menunjukkan tren menurun, produksi gas nasional justru menunjukkan tren stabil menaik, puncaknya adalah pada tahun 2011. Pada tahun ini gas yang mampu diproduksi mampu mencapai 1598 MBPD (capaian terbesar sejak tahun 1966). Produksi Gas selama ini lebih banyak terkonsentrasikan untuk memenuhi target ekspor . Konsekuensinya, Indonesia belum dapat menikmati gas secara optimal meskipun harga gas lebih murah dibanding dengan BBM. Baru pada tahun 2013 volume gas untuk memenuhi kebutuhan domestik lebih besar dibandingkan jumlah yang diekspor. Namun saat ini (secara umum) Indonesia masih mengandalkan minyak mentah dengan dengan persentase sebesar 45%, kemudian gas 20%.

[caption id="attachment_415238" align="aligncenter" width="467" caption="gambar 2"]1430832842934737703[/caption]

(Rudianto Rimbono, SKK Migas , Kompasiana Nangkring, Maret 2015)

4.Tren Kegiatan Hulu Migas Tahun-tahun Terakhir
Sekarang, kegiatan di sektor hulu migas memiliki tren yang berbeda dibandingkan pada saat Indonesia menjadi salah satu negara OPEC. Tren yang dominan di sektor hulu migas ini adalah sebagi berikut:
1. Sektor hulu migas didominasi oleh kegiatan yang berlokasi di lepas pantai (offshore), sehingga biaya yang dibutuhkan tentunya jauh dilebih besar.
2. Sektor hulu migas didominasi kawasan timur Indonesia yang perairan lautnya lebih dalam.
3. Temuan (discovery) lebih didominasi gas.
4. Mulai dikembangkannya hidrokarbon non konvensional (CBM).

Dari empat tren di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi kegiatan hulu migas sekarang ini menunjukkan kondisi bercirikan lebih padat modal, padat teknologi, dan padat risiko. Artinya pemerintah memerlukan modal yang besar. Modal yang besar itu bisa didapatkan dari Kontraktor atau investor untuk menanamkan investasinya di Industri migas.

[caption id="attachment_415245" align="aligncenter" width="397" caption="gambar 3"]1430833037657210829[/caption]

Rudianto Rimbono, SKK Migas , Kompasiana Nangkring, Maret 2015)

Analis Supply dan Demand Minyak dan Gas Nasional
Seiring dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan jumlah penduduk, konsumsi BBM di Indonesia semakin lama semakin meningkat. Hal ini terlihat dari perkembangan konsumsi minyak mentah yang terjadi selama ini. Di era tahun 70-an, konsumsi minyak hanya dikisaran 100 ribu s. d. 350 ribu BPD. Namun, dari tahun ke tahun konsumsi terus meningkat atau tumbuh di kisaran 6,1% per tahun selama periode 1970 s. d. 2012.

Selanjutnya kondisi yang timpang antara kinerja produksi dan konsumsi minyak, pada akhirnya membuat Indonesia mengalami defisit minyak. Hal ini mulai terjadi pada tahun 2004 di mana Indonesia mengalami defisit minyak sekitar 5 juta ton, kemudian terus merangkak naik hingga tahun 2012 yang mengalami defisit 27 juta ton. Konsekuensi defisit sudah dapat dipastikan bahwa Indonesia harus impor baik dalam bentuk minyak mentah maupun hasil olahan . Ketika impor, otomatis juga dapat berdampak pada neraca perdagangan Indonesia.

Selain memiliki minyak mentah, Indonesia juga memiliki sumber energi primer lainnya yang tidak kalah dalam hal nilai kalori dan ekonomisnya. Indonesia memiliki gas, batu bara, coal bed methane, dan energi terbarukan seperti panas bumi, surya, dan angin.

Khusus tentang gas bumi, Indonesia mempunyai catatan yang juga luar biasa. Sejak tahun 1970 s. d. 2012, Indonesia merupakan negara produsen terbesar gas bumi di Asia Pasifik meskipun khusus untuk tahun 2012 menempati posisi 2 terbesar sebagai negara produsen gas bumi di Asia Pasifik.

Selain fakta di atas dari sisi migas, defisit neraca perdagangan dari sisi migas pada triwulan III-pada tahun 2014 tidak banyak berkurang dari level defisit triwulan II-2014. Kondisi tersebut dipengaruhi ekspor migas yang turun 14,9% (yoy) terutama karena berkurangnya ekspor minyak seiring turunnya harga minyak, meskipun impor migas terkontraksi 6,8% (yoy) terutama karena turunnya impor minyak mentah sejalan meningkatnya pasokan minyak mentah dalam negeri mengikuti kenaikan lifting minyak pada triwulan III-2014.

[caption id="attachment_415247" align="aligncenter" width="604" caption="gambar 4"]1430833137663653897[/caption]

(Sumber : Laporan Neraca Pembayaran Indonesia, bi.go.id)

Seperti telah diketahui salah satu penerimaan negara yang penting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni penerimaan dari ekspor minyak dan gas bumi (migas). Penerimaan migas merupakan bagian dari penerimaan sumber daya alam yang penting selama republik ini berdiri.

Besaran penerimaan dari sisi migas pun setiap tahun besarnya tidak sama, dan hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi (1) perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional; (2) fluktuasi jumlah produksi (lifting) minyak mentah (3) perkembangan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Dengan mendasarkan pada tiga faktor di atas maka untuk menjaga kestabilan penerimaan negara dari sektor migas, maka sudah selayaknya ketiga faktor ini perlu mendapatkan perhatian lebih.

[caption id="attachment_415248" align="aligncenter" width="486" caption="gambar 5"]1430833207996186832[/caption]

(Rudianto Rimbono, SKK Migas , Kompasiana Nangkring, Maret 2015)

Mewujudkan Ketahanan dan Keadilan Energi Nasional

# Pengertian Ketahanan Energi 

European Commission
“Ketersediaan energi di pasar dengan harga yang terjangkau untuk semua konsumen“.

International Energi Agency
"Akses terhadap energi yang memadai, terjangkau dan dapat diandalkan, termasuk ketersediaan sumber daya energi, pengurangan ketergantungan pada impor, penurunan gangguan terhadap lingkungan, persaingan dan pasar yang efisien, ketergantungan pada sumber daya setempat yang bersih lingkungan, dan energi yang terjangkau serta adil“.

D.Yergin
“Akses yang dapat diandalkan dan terjangkau untuk pasokan energi, diversifikasi, integrasi ke pasar energi, dan penyediaan informasi”

Melihat tiga definisi ketahanan energi di atas, kriteria yang ada nampaknya belum optimal dimiliki negara kita. Buktinya seringkali masalahah kelangkaan dan mahalnya harga BBM seringkali masih menjadi bingkai konflik yang memicu kenaikan harga-harga barang, dan sering kali pula menyebabkan merosotnya pertumbuhan perekonomian negara.

Belum lagi bauran energi kita sebagian besar masih di dominasi oleh penggunaan minyak bumi, yang mana proporsi minyak bumi 60% masih diperoleh dari hasil impor. Ironis memang negara kita yang selama ini sebagai penyuplai minyak dunia, sekarang ini justru malah mengimpor BBM. Lalu bandingkan dengan Singapura yang menjadi negara pengeskpor minyak, padahal Singapura tidak memiliki ladang minyak. Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi?

Unsur yang ada dalam ketahanan energi nasional selanjutnya adalah penggunaan energi yang terjangkau dan adil. Dari sisi keadilan, suplai energi kita belum bisa dikatakan adil. Jakarta menyedot sebagian energi nasional untuk memenuhi kebutuhan gedung-gedung pencakar langit sedang Kalimantan sebagai penyedia bahan bakar energi justru aliran listrik dan juga ketersediaan akan Migas tidak terpenuhi. Listrik sering dipadamkan, banyak daerah belum teraliri listrik, BBM pun sering langka….melihat fenomena demikian bagaimana bisa dikatakan adil?

Untuk mewujudkan ketahanan energi nasional maka tak ada salahnya kita mulai mengupayakan langkah-langkah jangka pendek-menengah dan juga langkah-langkah jangka panjang.

Langkah Jangka Pendek dan Menengah meliputi :
1. Menghilangkan praktik ‘Mafia Migas’:
* Melakukan pendataan kebutuhan riil BBM untuk menekanimpor, dan membuka secara transparan isu tentang “mafia migas”, se rta membasmi upaya para aktor yang menggunakan BBM dan impor BBM untuk kepentingan (ekonomi dan politik) seseorang atau kelompok tertentu.

** Menghilangkan praktik "mafia migas" di seluruh mata rantai proses bisnis migas serta menciptakan akuntabilitas dan transparansi di seluruh kegiatan migas, melalui:

a Penataan ulang perizinan dan tata niaga dalam impor minyak (termasuk tender wilayah kerja migas dan peran Petral).

b. Pengaturan alokasi gas dan izin distribusi gas, melalui: Pertama, pemberian alokasi gas hanya kepada pembeli yang berhak (eligible buyers). Kedua, pembentukan agregator gas. Ketiga, pemberian izin distributor atau

2. Mengakselerasi pembuatan ‘cetak biru’ infrastruktur gas nasional:
Ide pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mulai akselerasi pembangunan Jaringan Gas Nasional patutlah kita dukung. Sebab gas alam jelas memiliki peran penting untuk masa depan energi Indonesia.

Selama duapuluh tahun terakhir, hampir tidak ada ladang gas darat (onshore) baru yang secara signifikan telah dikembangkan untuk menggantikan ladang gas yang menurun produksinya di Jawa Barat, Sumatera Tengah dan Selatan. Sementara itu gas alam diproduksi di Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Saat ini gas tersebut tidak dapat memasok kebutuhan di Pulau Jawa karena kurangnya infrastruktur transmisi termasuk defisit jaringan pipa dan terminal regasifikasi. Sejalan dengan menurunnya sumber gas lokal di Jawa dan Sumatera Selatan, Indonesia akan membutuhkan infrastruktur regasifikasi LNG baru di Jawa dan Bali, bersama dengan jalur pipa transmisi untuk menghubungkan pasar utama.

Mengakselerasi ‘cetak biru infrastruktur gas’ untukIndonesia harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah Presiden Joko Widodo.

[caption id="attachment_415250" align="aligncenter" width="448" caption="gambar 6"]14308335601701959249[/caption]

(Kompasiana Nangkring, Kota Cerdas PGN)

3. Memperbaharui kilang lama dan pembangunan kilang baru secepat mungkin:
Sejumlah faktor seperti usia kilang,teknologi yang masih sederhana, dan fakta bahwa kilang didesain pada saat itu untuk minyak mentah. Indonesia yang berupa sweet and light crude oil,konfigurasi kilang-kilang ini tidak lagi sesuai untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Alhasil, harga bensin dan diesel dari kilang-kilang tersebut jauh lebih mahal untuk diproduksi dibandingkan dengan harga produk impor.

Maka guna mendorong daya saing dan profitabilitas, kilang-kilang ini perlu diperbaharui secara signifikan agar hasil produksi minyak dalam negeri dapat bersaing baik secara kualitas maupun dari sisi harga.

Selain dengan memperbarui kilang lama, langkah strategis lain yang dapat dilakukan pemerintah ialah membuat kilang baru. Dengan mengintegrasikan pembaruan kilang lama dan juga pembangunan kilang baru diharapkan produksi minyak nasional akan meningkat.

Pembaruan kilang lama dan juga pembanguan kilang baru diharapkan dapat menjamin ketahanan energi nasional dalam jangka panjang karena dapat meniadakanketergantungan pada BBM impor.

4. Meningkatkan mutu jaringan distribusi bahan bakar:
Indonesia memiliki salah satu rantai pasokan produk bahan bakar yang paling kompleks di dunia karena kondisi geografis (negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau) dan sebaran penduduknya. Negara juga bergantung pada impor bahan bakar jadi dari pasar regional dan kemungkinan akan terus membutuhkan impor di tahun-tahun mendatang. Indonesia perlu melakukan investasi secara agresif untuk meningkatkan jaringan infrastruktur bahan bakar, serta fasilitas penyimpanan dan armada tanker demi memastikan keandalan dan efisiensi pasokannya.

Dengan latar belakang tersebut, Indonesia perlu mempertimbangkan tiga hal: 1) melakukan investasi dalam peningkatan kapasitas penyimpanan guna memperoleh keuntungan dari peluang blending dan trading; dan pada saat yang bersamaan juga mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga; 2) meneruskan penggunaan teknologi canggih seperti gantry otomatis yang memiliki throughput tinggi, serta manajeman operasi terpusat dengan data real-time; 3) mengambil keuntungan dari lokasi geografis dan menjadi pusat alih muatan (trans-shipment
hub) dan perdagangan migas, mengikuti jejak Singapura dan Johor.

5. Meningkatkan profesionalisme BUMN Energi dan institusi pengelola hulu migas dengan cara:
Melakukan transformasi internal terkait seluruh tata kelola perusahaan, termasuk proses bisnis dan governance, misalnya, Pertamina dan PLN menjadi non-listed public company, dengan peningkatan efisiensi agar sejajar dengan perusahaan kelas dunia.
Memastikan tingkat profesionalisme pimpinan BUMN Energi, termasuk pimpinan institusi sektor energi lainnya.

6. Mengurangi ketergantungan pasokan dalam negeri dari
satu negara tertentu dengan mencari sumber pasokan baru. Artinya, menerapkan strategi multisumber.

7. Meningkatkan kegiatan eksplorasi/pencarian cadangan energi fosil baru, baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menambah cadangan nasional.
Untuk melaksanakan kegiatan ini, Pemerintah perlu membantu sepenuhnya BUMN dan perusahaan nasional sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Tiongkok, Vietnam, Malaysia, dan Brasil dalam membantu perusahaan nasionalnya merebut peluang untuk menguasai sumber daya energi nasional dan global.

8. Memperkenalkan insentif yang sesuai (tailored incentives) untuk eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas, termasuk minyak non-konvensional
Saat ini dalam situasi darurat migas, Indonesia memerlukan penemuan besar dan juga pengembangan baru dalam sektor minyak dan gas, tetapi saat ini belum melakukan investasi yang memadai dalam hal eksplorasi dan pengembangan. Data menunjukkan realitas yang memprihatinkan dimana cadangan minyak telah berkurang dari 5,6 miliar barel pada tahun 1992 menjadi 3,6 miliar barel pada saat ini.

Di tahun 2012, rasio penggantian cadangan minyak (Reserve Replacement Ratio) hanya sebesar 52%, dibandingkan dengan dengan gas sebesar 127%. Meskipun harga minyak tetap bertahan di tingkat yang tinggi dan terus meningkatnya harga gas alam, kegiatan pengeboran eksplorasi mengalami penurunan, dan di setiap tahunnya hanya sekitar 50% dari sumur eksplorasi yang ditargetkan dilaksanakan pengeborannya.

Untuk mengatasi masalah penurunan produksi, Indonesia perlu melakukan tiga hal: 1) menciptakan insentif tambahan untuk eksplorasi dan pengembangan energi non-konvensional; 2) menegakkan semua kontrak hukum dan memperjelas peraturan pelaksanaan; 3) menangani kasus korupsi di seluruh lini sistem.

.
Langkah Jangka Panjang meliputi :
1. Investasi pada energi terbarukan:

Perkembangan di bidang energi, khususnya semakin berkurangnya cadangan energi tak terbarukan di satu pihak dan tuntutan terhadap alternatif energi terbarukan di pihak lain, menjadi momentum yang sangat penting untuk melakukan kajian yang bersifat komprehensif terhadap kondisi yang akan dihadapi oleh Indonesia di masa depan.

Saat ini, Indonesia sudah tidak dapat bergantung lagi pada sumber energi konvensional semata. Cadangan minyak, gas, dan batubara diprediksikan akan habis dalam waktu yang cukup singkat, tidak lebih dari 50 tahun lagi. Krisis energi yang pernah terjadi dalam skala global pada 70-an bisa saja terulang kembali dan bahkan lebih besar dampaknya bagi negara seperti Indonesia. Oleh karena itu, pengenbangan energi terbarukan seperti panas bumi, hidro, biofuel, biomassa serta nuklir mustilah menjadi perhatian pemerintah.

2. Membangun kapabilitas dan pemimpin lokal yang andal
Indonesia adalah pemimpin energi di masa lalu. Sebagai contoh, pembangunan sistem Production Sharing Contract untuk mengembangkan sumber daya hulu dan didirikannya fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia pada era 1970-an. Di masa mendatang, teknologi, kapabilitas, dan pemimpin adalah faktor utama untuk memenangi persaingan.

3. Melakukan diversifikasi energi dengan jenis energi non-BBM yang tidak menimbulkan impor dan dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi dalam negeri.

Arti Penting Blok Mahakam Sebagai Contoh Keadilan Energi Nasional



[caption id="attachment_415252" align="aligncenter" width="458" caption="gambar 8"]1430833744576847182[/caption]

Cadangan Energi Kaltim Video Streaming (Youtube) Kompasiana Seminar Nasional - Penyelamatan Sumber Daya Alam Migas di Indonesia (1)



[caption id="attachment_415253" align="aligncenter" width="458" caption="gambar 8"]1430833852994481859[/caption]

Blok Mahakam -Video Streaming (Youtube) Kompasiana Seminar Nasional - Penyelamatan Sumber Daya Alam Migas di Indonesia (1)

Jika berbicara keadilan energi nasioanal maka yang tak elok rasanya ketika meninggalkan daerah. Daerah yang dirasakan belum memperoleh keadilan dari sektor energi adalah Kalimantan. Kalimantan Terlebih di sini Kaltim, tempat di mana Blok Mahakam berada sampai saat ini menjadi salah satu lumbung penyedia minyak dan gas nasional .

Cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P) awal yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan itu maka blok tersebut mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada tahun 1974.

Produksi dan pengurasan secara besar-besaran cadangan tersebut di masa lalu membuat Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia pada tahun 1980-2000. Kini, setelah pengurasan selama 40 tahun, maka sisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF. Pada akhir maka kontrak tahun 2017 diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF.

Sejarah yang panjang, di sektor hulu migas Blok Mahakam nampaknya perlu menjadi pelajaran penting bagi pengelolaan industri hulu migas nasional secara umum. Bagaimana KKS yang ada apakah telah mampu mengangkat harkat hidup masyarakat setempat? Apakah KKS yang ada telah memberikan hak yang pantas untuk negara?

Mengingat akan habisnya masa kotrak KKS, TOTAL-INPEX pada tahun 2017, maka seperti telah dipastikan Menteri ESDM Sudirman Said, Blok Mahakam akan diserahkan secara mandiri kepada Pertamina. Pertamina sebagai perpanjangan tangan pemerintah diharapkan mampu setidaknya menstabilkan produksi migas di WK tersebut, lebih elok lagi ketika Pertamina mampu menaikkan jumlah produksi di WK Blok Mahakam.

Bisa dikatakan dengan mengambil alih Blok Mahakam, negara diuntungkan. Diuntungkan karena dalam jangka waktu 5o tahun TOTAL-INPEX mengelola Blok Mahakam, teknologi canggih yang selama ini mereka dgunakan untuk mengelola MIgas akan menjadi milik kita. Tak usah membeli sebab teknologi itu telah kita bayar lewat “Cost Recovery”.

Dari sisi SDM 96% pengelola Blok Mahakam adalah orang Indonesia, maka kekhawatiran akan minimnya teknisi dan ahli dalam mengelola Blok Mahakam dapat ditepis. Syaratnya Pertamina harus mampu memberikan kepastian kepada tenaga kerja yang dulu pernah bekerja di Total-INPEX. Dan diharapkan jangan sampai potensi SDM yang ada lari atau bekerja ke luar negeri sebab jika sampai terjadi maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan produksi.

Untuk mengelola Blok Mahakam tentunya membutuhkan pembiayaan yang besar. Maka tak ada salahnya seluruh kompenen dalam negeri dilibatkan untuk menginvestasikan modalnya. Modal di sini bisa diperoleh dari BUMN, BUMD, serta pengusaha lokal nasional yang ada . Intinya di sini segenap komponen dalam negerilah yang diutamakan, untuk menumbuhkan kemandirian komponen bangsa. Efek positif lainnya dengan memanfaatkan komponen dalam negeri maka akan menimbulkan Multiplier Effect bagi industri dalam negeri.

Multiplier Effect yang diharapkan di sini adalah semakin meratanya pertumbuhan industri dalam negeri secara umum serta pertumbuhan industri lokal secara khusus. Seperti diketahui selama ini Tingkat Komponen Dalam Negeri yang terlibat dalam industri hulu migas baru mencapai 54%.

Diharapkan kedepannya jumlah Tingkat Komponen Dalam Negeri bisa ditingkatkan, syukur-syukur 100% industri hulu migas melibatkan TKDN. Dengan melibatkan TKDN diharapkan Multiplier Effect dapat membawa dampak positif bagi keadilan ekonomi serta keadilan energi guna menyongsong era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

[caption id="attachment_415255" align="aligncenter" width="467" caption="gambar 9"]1430833897451232415[/caption]

(SKK Migas Outlook Capaian Tahun 2014 & Rencana Kerja 2015, 30 Desember 2014)

Daftar Pustaka dan Daftar Gambar

Arief Budiman. 2014. Sepuluh Gagasan Untuk Menguatkan Kembali Sektor Energi Indonesia. McKinsey & Company
Badan Intelijen Negara (BIN). 2014. Ketahanan Energi Indonesia 2015-2025. Jakarta Pusat : CV Rumah Buku.
Kajian Supply and Demand Energi. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementrian Energi             dan Sumber Daya Mineral : Jakarta
Kompasiana Nangkring, Kota Cerdas PGN
Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Realisasi Triwulan III-2014. Diunduh dari www. bi.go.id
PGN INSIDE. Edisi 59 / 2013. Refleksi Semangat Perjuangan dan Idealisme Pendiri Bangsa dalam, Pengelolaan                  Sumber Daya Alam Strategis Indonesia - Gas Bumi
Rudianto Rimbono. 2015. Modul SKK Migas : “Industri Hulu Migas” Kompasiana Nangkring, Maret 2015
Tim . 2013 . Outlook Energi Indonesia 2013 : Pengembangan Energi Dalam Mendukung Sektor Transportasi Dan                  Industri Pengolahan Mineral . Jakarta : PTPSE&BPPT.

Video Streaming (Youtube) Kompasiana Seminar Nasional - Penyelamatan Sumber Daya Alam Migas di Indonesia (1)

Minggu, 08 November 2015

Download Kisi-kisi dan Pedoman UKG 2015

Uji Kompetensi Guru biasa disingkat  UKG adalah kegiatan Ujian atau tes untuk mengukur kompetensi dasar tentang bidang studi (subject matter) dan pedagogik dalam domain content Guru. Kompetensi dasar bidang studi yang diujikan sesuai dengan bidang studi sertifikasi (bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik) dan sesuai dengan kualifikasi akademik guru (bagi guru yang belum bersertifikat pendidik). Kompetensi (kemampuan) pedagogik  yang diujikan adalah integrasi konsep pedagogik ke dalam proses pembelajaran bidang studi tersebut dalam kelas.
  1. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik
  2. Guru PNS dan bukan PNS (GTY) yang mengajar di sekolah swasta atau guru honorer di sekolah negeri yang diangkat oleh Bupati/Walikota
  3. Memiliki NUPTK
  4. Mengajar mata pelajaran sesuai dengan kualifikasi akademik dan sesuai dengan bidang studi yang akan disertifikasi
Berikut 10 Pedoman UKG 

Sabtu, 07 November 2015

Mewaspadai Kelangkaan Sumber Energi

Enam tahun lalu, kantor pusat Badan Intelijen Amerika Serikat Central Intelligence Agency (CIA) dikejutkan dengan laporan. Bukan soal senjata nuklir atau menurunnya dominasi Amerika yang membuat mereka terkaget-kaget, melainkan laporan tentang kelangkaan energi yang kian menakutkan pada 2025. Keterkejutan CIA itu bahkan sampai ditulis dalam Tajuk Rencana koran terkenal New York Times.
Laporan CIA yang bertajuk Global Trends 2025 itu memperingatkan bahwa bakal muncul ancaman serius akibat kelangkaan bahan bakar fosil, yakni minyak dan gas (migas). Kelangkaan itu bahkan bisa mengancam kelangsungan pembangunan di banyak negara
Setiap hari kebutuhan minyak Amerika Serikat (AS) mencapai seperempat kebutuhan minyak dunia. Dalam laporan itu juga disebutkan, pada 2030 setiap hari minyak yang “dibakar” oleh dua negara, yakni Tiongkok dan India, akan menyamai kebutuhan minyak dua negara, AS dan Jepang.
Masalah itu akan semakin akut lantaran energi pengganti yang digadang-gadang, yakni “energi baru dan terbarukan, pada 2025 diprediksi belum bisa diproduksi untuk memenuhi kebutuhan komersial.” Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pun tak sanggup mengimbangi lonjakan kebutuhan listrik. Kelangkaan minyak itu diperkirakan bakal memicu persaingan sengit banyak negara untuk memperebutkan sumber energi.

=========================================================================Sumber :  "Ketahanan Energi Indonesia 2015-2025,Tantangan dan Harapan.".